Tradisi khatam al-qur’an merupakan salah satu tradisi yang masih berkembang di kalangan masyarakat muslim di indonesia. di gampong seutui, tradisi ini memiliki keunikan karena menjadi bagian dari rangkaian adat pernikahan yang diwariskan secara turun-temurun dan hanya dilakukan oleh pengantin perempuan sebelum resepsi pernikahan serta sebelum prosesi peusijuek dan manoe pucoek. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam tradisi khatam al-qur’an bagi pengantin wanita serta menganalisis keberlanjutannya dalam kehidupan masyarakat gampong seutui. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. analisis data menggunakan teori interaksi simbolik herbert blumer. hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi khatam al-qur’an dimaknai sebagai simbol nilai keagamaan untuk memohon keberkahan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga, simbol identitas budaya masyarakat aceh, simbol kesiapan perempuan dalam menjalankan peran sebagai istri, serta simbol silaturahmi dan solidaritas sosial. penelitian ini juga menemukan bahwa tradisi khatam al-qur’an masih tetap eksis dan dilaksanakan oleh sebagian besar masyarakat meskipun telah mengalami beberapa penyesuaian dalam pelaksanaannya. tradisi khatam al-qur’an bagi pengantin wanita tetap dipertahankan sebagai bagian dari kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat gampong seutui. kata kunci: tradisi, khatam al-qur’an, pengantin wanita, eksistensi, interaksi simbolik.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EKSISTENSI TRADISI KHATAM AL-QUR’AN PADA PENGANTIN WANITA DALAM MASYARAKAT GAMPONG SEUTUI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh FISIP Sosiologi,2026
Baca Juga : MAKNA SIMBOLIK PADA BUSANA PENGANTIN TRADISIONAL PRIA DAN WANITA DALAM UPACARA ADAT PERKAWINAN DI DESA SUBULUSSALAM KECAMATAN SIMPANG KIRI KOTA SUBULUSSALAM (Dede Anggi Riana, 2014)
Abstract
The tradition of Khatam Al-Qur’an is a tradition that has developed among Muslim communities in Indonesia. In Gampong Seutui, this tradition is unique because it is part of a series of wedding customs passed down from generation to generation and is carried out by the bride before the wedding reception and before the Manoe Pucoek procession. This study aims to determine the meaning contained in the tradition of Khatam Al-Qur'an for the bride and analyze its continuity in the lives of the Gampong Seutui community. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach, while data collection is carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis uses Herbert Blumer's Symbolic Interaction theory. The results of the study show that the tradition of Khatam Al-Qur'an is interpreted as a symbol of religious values to ask for blessings before entering marriage, a symbol of the cultural identity of the Acehnese people, a symbol of a woman's readiness to carry out her role as a wife, and a symbol of friendship and social solidarity. This study also found that the tradition of Khatam Al-Qur'an reading still exists and is carried out by the majority of the community although it has undergone several adjustments in its implementation. The tradition of Khatam Al-Qur’an for brides remains a part of the social, cultural, and religious life of the Seutui Village community. Keywords: Tradition, Khatam Al-Qur’an, Bride, Existence, Symbolic Interaction.
Baca Juga : NILAI-NILAI EDUKATIF DALAM TRADISI SEUMAPARNDI KABUPATEN PIDIE (SARIKA SARAH, 2022)