Abstrak penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dinas syariat islam dalam penegakkan syariat islam terhadap fenomena lgbt di kota banda aceh, serta mengidentifikasi faktorfaktor yang menghambat pelaksanaan peran tersebut. fenomena lgbt dipandang sebagai salah satu tantangan sosial dalam pelaksanaan syariat islam di kota banda aceh sebagai daerah yang memiliki kekhususan dalam penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan undang-undang nomor 11 tahun 2006 tentang pemerintahan aceh dan qanun aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri atas kepala dinas syariat islam kota banda aceh, kepala bidang pembinaan syariat islam, kepala bidang dakwah, satuan polisi pamong praja dan wilayatul hisbah kota banda aceh, akademisi, serta masyarakat. analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. penelitian ini menggunakan teori peran biddle dan thomas yang meliputi indikator harapan (expectation), norma (norm), wujud perilaku (performance), serta penilaian dan sanksi (evaluation and sanction). hasil penelitian menunjukkan bahwa dinas syariat islam kota banda aceh telah menjalankan berbagai upaya melalui pembinaan, sosialisasi, edukasi, penguatan dakwah, koordinasi dengan instansi terkait, serta pemberian rekomendasi dalam mendukung penegakan syariat islam terhadap fenomena lgbt. namun demikian, pelaksanaan peran tersebut belum sepenuhnya optimal karena masih dihadapkan pada berbagai hambatan, seperti pengaruh media sosial, keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya partisipasi masyarakat, lemahnya pengawasan lingkungan, serta perkembangan teknologi informasi yang mempermudah penyebaran perilaku yang bertentangan dengan nilainilai syariat islam. oleh karena itu, diperlukan penguatan kolaborasi antarinstansi, peningkatan edukasi kepada masyarakat, serta penguatan pembinaan dan pengawasan secara berkelanjutan agar pelaksanaan syariat islam di kota banda aceh dapat berjalan lebih efektif. kata kunci: peran dinas syariat islam, syariat islam, lgbt, kota banda aceh, teori peran.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERAN DINAS SYARIAT ISLAM DALAM PENEGAKKAN SYARIAT ISLAM TERHADAP FENOMENA LGBT DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik,2026
Baca Juga : EFEKTIVITAS PENERAPAN SYARIAT ISLAM DI KAWASAN PARIWISATA KOTA SABANG (STUDI KASUS DINAS SYARIAT ISLAM) (DIAH AYU LESTARI, 2019)
Abstract
ABSTRACT This study aims to analyze the role of the Islamic Sharia Agency (Dinas Syariat Islam) in addressing the LGBT phenomenon in Banda Aceh City and to identify the factors that hinder the implementation of this role. The LGBT phenomenon is considered one of the social challenges in the implementation of Islamic Sharia in Banda Aceh, a region granted special autonomy under Law Number 11 of 2006 concerning the Government of Aceh and Aceh Qanun Number 6 of 2014 concerning Jinayat Law. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving the Head of the Banda Aceh Islamic Sharia Agency, the Head of the Islamic Sharia Development Division, the Head of the Da'wah Division, representatives of the Civil Service Police Unit and Wilayatul Hisbah, academics, and members of the community. The data were analyzed through the processes of data reduction, data display, and conclusion drawing. This study applied the Role Theory proposed by Biddle and Thomas, which consists of four indicators: expectation, norm, performance, and evaluation and sanction. The findings indicate that the Banda Aceh Islamic Sharia Agency has undertaken various efforts through public guidance, socialization programs, educational activities, strengthening da'wah programs, coordination with relevant institutions, and providing policy recommendations to support the implementation of Islamic Sharia in addressing the LGBT phenomenon. However, these efforts have not yet achieved optimal effectiveness due to several constraints, including the influence of social media, limited human resources, low community participation, weak social supervision, and the rapid development of information technology that facilitates the dissemination of behaviors considered inconsistent with Islamic values. Therefore, stronger collaboration among relevant institutions, enhanced public education, and continuous guidance and supervision are necessary to improve the effectiveness of Islamic Sharia implementation in Banda Aceh. Keywords: Role of the Islamic Sharia Agency, Islamic Sharia, LGBT, Banda Aceh, Role Theory.
Baca Juga : PERAN PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN DALAM MELAHIRKAN QANUN PELAKSANAAN SYARIAT ISLAM DI ACEH PERIODE 2009-2014 (MUNAWWAR, 2019)