Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
TARI ANGGINA RITONGA, PERAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM PEMEBENTUKAN IDENTITAS ANAK PADA KELUARGA ACEH-JAWA DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh ,

Penelitian ini didasari oleh fenomena keluarga campuran aceh - jawa, di mana anak tumbuh dan berinteraksi dengan dua sistem budaya yang berbeda dalam satu rumah, sehingga komunikasi antarbudaya menjadi faktor penting dalam proses pembentukan identitas mereka. berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komunikasi antarbudaya dalam membentuk identitas budaya anak pada keluarga aceh - jawa di kota banda aceh. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori negosiasi identitas dari stella ting-toomey sebagai alat analisis. data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap tiga informan anak dari keluarga aceh - jawa yang dipilih secara purposive sampling, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarbudaya berperan melalui tiga jalur yang saling berkaitan, yaitu pewarisan nilai budaya, pembentukan sikap anak terhadap budaya aceh dan jawa, serta pewarisan praktik budaya sehari-hari. ketiga peran tersebut bermuara pada pembentukan identitas budaya anak yang bersifat cair, kontekstual, dan terus dinegosiasikan, di mana ketiga informan pada akhirnya memaknai posisi mereka sebagai anak dua budaya secara positif. penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian komunikasi antarbudaya dalam konteks keluarga multietnis di indonesia. kata kunci: komunikasi antarbudaya, identitas budaya, keluarga aceh – jawa, negosiasi identitas, anak



Abstract

This research is based on the phenomenon of mixed Acehnese-Javanese families, where children grow up and interact with two different cultural systems within one household, making intercultural communication a crucial factor in their process of cultural identity formation. Based on this, this study aims to understand the role of intercultural communication in shaping the cultural identity of children in Acehnese-Javanese families in Banda Aceh City. This research employs a qualitative descriptive approach with Stella Ting-Toomey's Identity Negotiation Theory as an analytical framework. Data were collected through semi-structured interviews with three child informants from Acehnese-Javanese families selected through purposive sampling, and then analyzed through stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that intercultural communication plays a role through three interrelated pathways: transmission of cultural values, formation of children's attitudes toward Acehnese and Javanese cultures, and transmission of daily cultural practices. These three roles converge in shaping children's cultural identity, which is fluid, contextual, and continuously negotiated, where all three informants ultimately interpret their position as children of two cultures in a positive manner. This research is expected to enrich the study of intercultural communication within the context of multiethnic families in Indonesia. Keywords: intercultural communication, cultural identity, Acehnese-Javanese family, identity negotiation, children



    SERVICES DESK