Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Cicit Aisyah, PELAKSANAAN TINDAKAN PENGEMBALIAN ANAK YANGRNBERKONFLIK DENGAN HUKUM KEPADA ORANG TUARNOLEH PENYIDIK DALAM PERSPEKTIF SISTEMRNPERADILAN PIDANA ANAKRN(STUDI DI KEPOLISIAN RESORT ACEH UTARA). Banda Aceh Program Studi Magister Ilmu Hukum,2026

Pelaksanaan tindakan pengembalian anak yang berkonflik dengan hukum kepada orang tua oleh penyidik dalam perspektif sistem peradilan pidana anak (studi di polisi resort aceh utara) cicit aisyah rizanizarli teuku muttaqin mansur abstrak pasal 82 ayat (1) huruf a undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak menentukan bahwa salah satu tindakan yang dapat dikenakan kepada anak yang berkonflik dengan hukum adalah pengembalian kepada orang tua atau wali. pengaturan mengenai tindakan terhadap anak tersebut merupakan bagian dari kebijakan sistem peradilan pidana anak yang mengutamakan pembinaan dan perlindungan terhadap anak, yang pelaksanaannya diatur lebih lanjut dalam pasal 83. namun kenyataannya, praktik penanganan anak yang berkonflik dengan hukum di polres aceh utara, pengembalian anak kepada orang tua masih menghadapi berbagai persoalan, antara lain belum adanya pedoman yang jelas mengenai pembinaan pasca diversi, belum memberikan perlindungan hukum yang seimbang bagi anak dan korban, serta sesuai dengan ketentuan sistem peradilan pidana anak. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan apakah penerapan pengembalian anak kepada orang tua telah mencerminkan asas keadilan restoratif, apakah telah memberikan perlindungan hukum yang seimbang antara kepentingan anak sebagai pelaku dan hak korban, serta untuk menganalisis pertimbangan penyidik dalam mengembalikan anak pelaku tindak pidana kepada orang tua di polres aceh utara. penelitian ini menerapkan metode yuridis empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis. data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan penyidik unit perlindungan perempuan dan anak (ppa) polres aceh utara, pembimbing kemasyarakatan balai pemasyarakatan (bapas), serta orang tua anak yang berkonflik dengan hukum. sementara itu, data sekunder diperoleh dari penelaahan peraturan perundang-undangan, buku, jurnal ilmiah, dan dokumen yang relevan dengan penelitian. selanjutnya, seluruh data dianalisis secara kualitatif untuk mengetahui pelaksanaan pengembalian anak kepada orang tua dalam perspektif sistem peradilan pidana anak. hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pengembalian anak kepada orang tua melalui mekanisme diversi di polres aceh utara pada dasarnya telah mengimplementasikan prinsip keadilan restoratif dengan mengedepankan musyawarah, perdamaian, dan kepentingan terbaik bagi anak. pelaksanaan diversi juga telah memberikan perlindungan hukum terhadap anak sebagai pelaku tanpa mengabaikan hak korban, meskipun efektivitasnya masih memerlukan penguatan melalui pedoman pembinaan, evaluasi pascadiversi, dan mekanisme pemulihan korban yang lebih terukur. pertimbangan penyidik dalam mengembalikan anak kepada orang tua didasarkan pada aspek yuridis, sosiologis, dan psikologis, namun pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan koordinasi dengan balai pemasyarakatan, partisipasi keluarga yang belum optimal, serta keterbatasan ekonomi keluarga pelaku dalam memenuhi restitusi kepada korban. disarankan agar polres aceh utara menyusun pedoman pelaksanaan dan evaluasi pascadiversi yang memuat standar pembinaan serta indikator keberhasilan pengembalian anak kepada orang tua. selain itu, koordinasi antara polres aceh utara, balai pemasyarakatan (bapas), kejaksaan, dan uptd perlindungan perempuan dan anak (uptd ppa) perlu diperkuat agar pelaksanaan diversi mampu memberikan perlindungan hukum yang seimbang bagi anak dan korban serta mewujudkan keadilan restoratif secara optimal. kata kunci: anak yang berkonflik dengan hukum, diversi, pengembalian kepada orang tua, keadilan restoratif, sistem peradilan pidana anak.



Abstract

THE IMPLEMENTATION OF RETURNING CHILDREN IN CONFLICT WITH THE LAW TO THEIR PARENTS BY INVESTIGATORS FROM THE PERSPECTIVE OF THE JUVENILE CRIMINAL JUSTICE SYSTEM (A Study at the Aceh Utara Resort Police) Cicit Aisyah Rizanizarli Teuku Muttaqin Mansur ABSTRACT Article 82 paragraph (1) letter (a) of Law Number 11 of 2012 on the Juvenile Criminal Justice System (SPPA) provides that one of the measures that may be imposed on a Child in Conflict with the Law is the child's return to his or her parents or guardian. This measure forms part of the juvenile justice policy that prioritizes rehabilitation and child protection, and its implementation is further regulated under Article 83. In practice, however, the handling of Children in Conflict with the Law at the Aceh Utara Resort Police continues to encounter several challenges, including the absence of clear post-diversion rehabilitation guidelines, inadequate legal protection that balances the interests of both the child offender and the victim, and inconsistencies in the implementation of the Juvenile Criminal Justice System. This study aims to analyze whether the return of children to their parents reflects the principles of restorative justice, whether it provides balanced legal protection for both child offenders and victims, and the considerations underlying investigators' decisions to return child offenders to their parents at the Aceh Utara Resort Police. This research applies an empirical juridical method with a sociological juridical approach. Primary data were collected thru interviews with investigators from the Women's and Children's Protection Unit (PPA) of the North Aceh Police, Community Supervisors from the Correctional Center (Bapas), and the parents of children in conflict with the law. Meanwhile, secondary data were obtained from the review of laws and regulations, books, scientific journals, and documents relevant to the research. Furthermore, all data were analyzed qualitatively to understand the implementation of child return to parents from the perspective of the Juvenile Criminal Justice System. The research results show that the implementation of returning children to their parents thru the diversion mechanism at the North Aceh Police has fundamentally implemented the principles of restorative justice by prioritizing deliberation, reconciliation, and the best interests of the child. The implementation of diversion has also provided legal protection to the child as the perpetrator without neglecting the rights of the victim, although its effectiveness still requires strengthening thru guidance on rehabilitation, post-diversion evaluation, and more measurable victim recovery mechanisms. The investigator's consideration in returning the child to the parents is based on juridical, sociological, and psychological aspects, but its implementation still faces various obstacles, such as limited coordination with the Correctional Center, suboptimal family participation, and the perpetrator's family's economic limitations in fulfilling restitution to the victim. It is recommended that the North Aceh Police Department develop guidelines for the implementation and evaluation of post-diversion that include standards for rehabilitation and indicators of success in returning children to their parents. In addition, coordination between the North Aceh Police, the Correctional Center (Bapas), the Prosecutor's Office, and the Women's and Children's Protection Unit (UPTD PPA) needs to be strengthened so that the implementation of diversion can provide balanced legal protection for both children and victims and achieve optimal restorative justice. Keywords: Children in Conflict with the Law; Diversion; Return to Parents; Restorative Justice; Juvenile Criminal Justice System.



    SERVICES DESK