Penyalahgunaan narkotika di kota banda aceh masih menjadi permasalahan yang kompleks dan memerlukan penanganan secara mendalam. meskipun badan narkotika nasional provinsi (bnnp) aceh telah menyelenggarakan program rehabilitasi sebagai upaya pemulihan bagi penyalahguna narkotika, pelaksanaannya masih dihadapkan pada berbagai tantangan, antara lain stigma negatif dari masyarakat, rendahnya motivasi klien untuk mengikuti proses rehabilitasi, terbatasnya dukungan keluarga, serta tingginya potensi terjadinya relapse atau penyalahgunaan kembali. kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan program rehabilitasi sangat dipengaruhi oleh strategi yang diterapkan dalam pelaksanaannya. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bnnp aceh dalam pelaksanaan program rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika di kota banda aceh serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi selama pelaksanaan program tersebut. penelitian ini menggunakan teori five ps of strategy yang dikemukakan oleh henry mintzberg, meliputi strategy as plan, strategy as ploy, strategy as pattern, strategy as position, dan strategy as perspective sebagai kerangka analisis. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi bnnp aceh diwujudkan melalui perencanaan program yang terarah, pelaksanaan rehabilitasi yang berorientasi pada proses pemulihan, penguatan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkesinambungan. meskipun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi berbagai hambatan yang berasal dari faktor internal maupun eksternal, seperti stigma masyarakat, rendahnya motivasi klien, kurangnya dukungan keluarga, dan kondisi lingkungan yang berpotensi mendorong terjadinya relapse. penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi rehabilitasi yang diterapkan oleh bnnp aceh telah berjalan dengan baik dan mampu mendukung proses pemulihan penyalahguna narkotika. namun, efektivitasnya masih perlu ditingkatkan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan kesadaran masyarakat, optimalisasi peran keluarga, serta penguatan layanan pascarehabilitasi agar proses pemulihan dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan. kata kunci: strategi, rehabilitasi, penyalahgunaan narkotika, bnnp aceh, banda aceh.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STRATEGI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI ACEH DALAM PROGRAM REHABILITASI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,2026
Baca Juga : STRATEGI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI ACEH DALAM PROGRAM REHABILITASI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI BANDA ACEH (PUTRI ALYSHA MAHARANI ROSSA, 2026)
Abstract
Drug abuse in Banda Aceh City remains a complex issue that requires comprehensive and in-depth intervention. Although the Aceh Provincial National Narcotics Board (BNNP Aceh) has implemented rehabilitation programs as a recovery effort for individuals with drug abuse problems, their implementation continues to face various challenges, including negative social stigma, low client motivation to participate in rehabilitation, limited family support, and a high risk of relapse. These conditions indicate that the success of rehabilitation programs is highly dependent on the strategies employed in their implementation. This study aims to analyze the strategies adopted by BNNP Aceh in implementing rehabilitation programs for drug abusers in Banda Aceh City and to identify the challenges encountered during the implementation of these programs. The study employs Henry Mintzberg’s Five Ps of Strategy strategy as plan, strategy as ploy, strategy as pattern, strategy as position, and strategy as perspective as the analytical framework. A qualitative approach with a descriptive research design was used in this study. The findings reveal that BNNP Aceh’s rehabilitation strategy is reflected in systematic program planning, the implementation of recovery-oriented rehabilitation services, strengthened collaboration with various stakeholders, and continuous monitoring and evaluation. Nevertheless, the implementation of the program continues to encounter both internal and external obstacles, including social stigma, low client motivation, inadequate family support, and environmental conditions that increase the likelihood of relapse. The study concludes that the rehabilitation strategy implemented by BNNP Aceh has been effectively carried out and has contributed positively to the recovery process of drug abusers. However, its effectiveness can be further enhanced through stronger cross-sectoral collaboration, increased public awareness, optimization of family involvement, and the strengthening of post-rehabilitation services to ensure a more effective and sustainable recovery process. Keywords: Strategy, Rehabilitation, Drug Abuse, BNNP Aceh, Banda Aceh.