Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
ZUCHRA AZIZI, TANTANGAN MEDIA KONVENSIONAL DI TENGAH ERA HOMELESS MEDIA. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,2026

Seiring dengan kehadiran homeless media, maka media konvensional mengalami sejumblah tantangan baik disisi jurnalisme maupun dari sisi bisnis. karena itu media konvensional di tuntut untuk bisa beradaptasi untuk bisa memiliki strategi adaptasi di era homeless media ini atau untuk mempertahankan eksistensinya di tengah persaingan media digital. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tantangan dan strategi adaptasi yang dihadapi media konvensional di tengah menjamurnya homeless media. penelitian ini berfokus pada dua media konvensional di aceh yaitu serambi indonesia dan rakyat aceh. penelitian ini menggunakan teori disrupsi inovasi clayton christensen sebagai landasan analisis. metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur dengan enam informan yang terdiri atas tiga informan dari serambi indonesia dan tiga informan dari rakyat aceh, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. hasil penelitian menunjukkan bahwa homeless media memunculkan tantangan bagi media konvensional, dikarenakan dapat men-downgrade media mainstream, merugikan media konvensional karena mengambil konten dan memanfaatkannya sebagai lahan keuntungan, dapat menggerus kepercayaan publik terhadap media termasuk media konvensional, menghadapi perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang menuntut kecepatan, dengan tetap mempertahankan prinsip dan etika jurnalisme. homeless media juga menjadi rentan missinformasi dan hoax serta tidak dapat mempertanggung jawabkan beritanya secara hukum. strategi adaptasi yang dilakukan oleh serambi indonesia dan rakyat aceh adalah dengan cara bertransformasi dengan cara memanfaatkan banyak platform digital, beradaptasi dengan ai, mempertahankan standar jurnalistik dengan cara menyajikan berita yang berimbang seperti coverbothside, tetap menghadirkan informasi yang positif, dan informasi yang terpredikasi dan dapat memperluas kerjasama dengan instansi pemerintahan, ataupun dengan swasta. penelitian ini menyimpulkan bahwa kehadiran homeless media mendorong media konvensional untuk beradaptasi tanpa mengorbankan prinsip prinsip jurnalistik. serambi indonesia dan rakyat aceh tetap mengutamakan verifikasi, akurasi, keberimbangan, serta tanggung jawab hukum dalam setiap pemberitaan, sehingga kredibilitas dan kepercayaan publik menjadi kekuatan utama dalam menghadapi perkembangan media digital. kata kunci: homeless media, media konvensional, disrupsi inovasi, transformasi digital, jurnalisme.



Abstract

The emergence of "homeless media" has presented conventional media with a range of challenges, spanning both journalistic and business dimensions. Consequently, conventional media outlets are compelled to adapt—devising strategies to navigate the homeless media era and sustain their existence amidst fierce digital media competition. This study aims to identify the challenges and adaptation strategies faced by conventional media in the wake of the proliferation of homeless media. It focuses on two conventional media outlets in Aceh: Serambi Indonesia and Rakyat Aceh. The study employs Clayton Christensen’s theory of disruptive innovation as its analytical framework, utilizing a qualitative research method with a descriptive approach. Data were gathered through semi-structured interviews with six informants—three from Serambi Indonesia and three from Rakyat Aceh—and subsequently analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that homeless media poses significant challenges to conventional media by potentially diminishing the status of mainstream outlets, causing financial harm through the appropriation of content for profit, and eroding public trust in media—including conventional outlets. Furthermore, conventional media must navigate shifting public information consumption patterns that demand speed while simultaneously upholding journalistic principles and ethics. Homeless media is also prone to spreading misinformation and hoaxes, lacking legal accountability for its news content. Adaptation strategies adopted by Serambi Indonesia and Rakyat Aceh include transforming through the use of multiple digital platforms, integrating AI, maintaining journalistic standards (such as ensuring balanced reporting and "covering both sides"), providing positive and credible information, and expanding partnerships with government agencies and the private sector. The study concludes that the rise of homeless media compels conventional media to adapt without compromising journalistic principles. Serambi Indonesia and Rakyat Aceh consistently prioritize verification, accuracy, balance, and legal responsibility in all their reporting, ensuring that credibility and public trust serve as their primary strengths in navigating the evolution of digital media. Keywords: Homeless Media, Conventional Media, Disruptive Innovation, Digital Transformation, Journalism.



    SERVICES DESK