Penerapan qanun aceh nomor 11 tahun 2018 tentang lembaga keuangan syariah bertujuan untuk meningkatkan fungsi intermediasi, mendorong aktivitas ekonomi produktif, dan mendukung pertumbuhan pembangunan ekonomi daerah. meskipun demikian, bukti empiris mengenai dampak kebijakan tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi masih relatif terbatas. dengan menggunakan pendekatan difference-in-differences, penelitian penelitian ini bertujuan menganalisis dampak implementasi qanun tersebut lks terhadap pertumbuhan ekonomi di provinsi aceh menggunakan pendekatan difference-in-differences (did). penelitian ini menggunakan data panel 154 kabupaten/kota pada sepuluh provinsi di pulau sumatera selama periode 2017–2024, dengan kabupaten/kota di provinsi aceh sebagai kelompok perlakuan (treatment) dan kabupaten/kota di sembilan provinsi lainnya sebagai kelompok pembanding (control). hasil penelitian menunjukkan bahwa asumsi parallel trend terpenuhi sehingga model did layak digunakan. estimasi mengindikasikan bahwa implementasi qanun lks tersebut telah meletakkan landasan kelembagaan yang kuat untuk berlangsung seiring dengan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi di aceh, meskipun manfaat ekonominya belum sepenuhnya tercermin selama periode observasipenelitian. hasil tersebut didukung oleh pengujian robustness menggunakan placebo test, doubly robust difference-in-differences (drdid), dan high-dimensional fixed effects regression (reghdfe) yang menunjukkan pola hasil yang konsisten. temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa implementasi qanun lks telah membangun landasan kelembagaan bagi penguatan sistem keuangan syariah di aceh, sementara manfaat ekonominya diperkirakan akan berkembang secara bertahap seiring dengan meningkatnya efektivitas fungsi intermediasi serta penguatan keterkaitan antara sektor keuangan syariah dan sektor riil. oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk memperkuat efektivitas implementasi kebijakan serta evaluasi secara berkala guna mengoptimalkan kontribusi qanun lks terhadap pembangunan ekonomi daerah. kata kunci: qanun lembaga keuangan syariah, pertumbuhan ekonomi, difference-in-differences
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
DAMPAK PENERAPAN QANUN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI ACEH. Banda Aceh Program Study Magister Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah,2026
Baca Juga : DETERMINAN MINAT PENGGUNAAN TEKNOLOGI KEUANGAN SYARIAH GEN Z DI KOTA BANDA ACEH: LITERASI KEUANGAN SYARIAH DAN QANUN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH SEBAGAI PEMODERASI (Shinta Rahmadia, 2023)
Abstract
The implementation of Qanun Number 11 of 2018 on Islamic Financial Institutions in Aceh aims to strengthen the Islamic financial system by promoting financial intermediation, productive economic activities, and regional economic development. This study aims to examine the impact of the implementation of the Qanun on economic growth in Aceh Province using the Difference-in-Differences (DiD) approach. The study employs panel data from 154 districts and municipalities across ten provinces in Sumatra over the period 2017–2024, with districts and municipalities in Aceh Province serving as the treatment group and the remaining districts and municipalities in nine provinces as the control group. The findings suggest that the operation of Islamic banking has laid a strong institutional foundation for economic growth in Aceh, although its broader economic benefits have not yet been fully observed during the study period. The results indicate that the implementation of the LKS Qanun has strengthened the institutional framework of the Islamic financial system, with its economic contribution is expected to emerge gradually as financial intermediation improves and linkages between the Islamic financial sector and the real sector become stronger. Therefore, continuous efforts to enhance the effectiveness of policy implementation, accompanied by regular monitoring and evaluation, are essential to optimize the contribution of the Islamic financial system to regional economic development. Keywords: Islamic Financial Institutions Qanun, Economic Growth, Difference-in-Differences
Baca Juga : ANALISIS LITERASI KEUANGAN SYARIAH DAN EKSKLUSI KEUANGAN SYARIAH BERBASIS KEUANGAN DIGITAL DAN FINTECH DI ACEH (Ernanda Muliawati, 2021)