Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
ELBY SAHIRAH, PERAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANGTUA DALAM MENANGANI PERGAULAN BEBAS PADA REMAJA BROKEN HOME DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,2026

Pergaulan pergaulan bebas merupakan perilaku menyimpang yang bertentangan dengan norma agama dan kesusilaan. remaja yang berasal dari keluarga broken home cenderung lebih rentan terhadap pengaruh lingkungan karena kurangnya pengawasan dan komunikasi dalam keluarga. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komunikasi interpersonal orang tua dalam menangani pergaulan bebas pada remaja broken home di kota banda aceh serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. penelitian ini menggunakan teori komunikasi interpersonal oleh joseph a. devito dengan pendekatan kualitatif metode deskriptif. teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi terhadap 4 orang tua dan 4 remaja broken home. hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga dari empat informan remaja terlibat dalam perilaku pergaulan bebas, seperti merokok, mengonsumsi minuman keras, melakukan hubungan seksual di luar nikah, mengikuti aktivitas clubbing, dan judi online. perilaku tersebut dipengaruhi oleh faktor keluarga, pendidikan, lingkungan pertemanan, dan media sosial, dengan lingkungan pertemanan sebagai faktor yang paling dominan. penelitian ini juga menemukan bahwa peran komunikasi interpersonal orang tua belum berjalan secara efektif, yang terlihat dari kurangnya keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan dalam komunikasi antara orang tua dan anak. akibatnya, anak cenderung lebih terbuka kepada teman sebaya dibandingkan kepada orang tua. dengan demikian, komunikasi interpersonal yang efektif menjadi penting dalam upaya mencegah dan menangani pergaulan bebas pada remaja broken home. kata kunci: pergaulan bebas, remaja, broken home.



Abstract

Promiscuity is deviant behavior that contradicts religious and moral norms. Adolescents from broken homes tend to be more vulnerable to environmental influences due to a lack of parental supervision and communication within the family. This study aims to determine the role of parental interpersonal communication in addressing promiscuity among adolescents from broken homes in Banda Aceh and to identify the factors that influence it. This study applies Joseph A. DeVito’s theory of interpersonal communication using a qualitative, descriptive approach. Data were collected through interviews and documentation involving 4 parents and 4 adolescents from broken homes. The results show that three of the four adolescent informants engaged in promiscuous behavior, such as smoking, consuming alcohol, engaging in premarital sex, going clubbing, and online gambling. This behavior is influenced by family, education, peer groups, and social media, with peer groups being the most dominant factor. This study also found that parents’ interpersonal communication is not yet effective, as evidenced by a lack of openness, empathy, support, positive attitudes, and equality in communication between parents and children. As a result, children tend to be more open with their peers than with their parents. Thus, effective interpersonal communication is crucial in efforts to prevent and address promiscuity among adolescents from broken homes. Keywords: Promiscuity, Adolescents, Broken Home.



    SERVICES DESK