Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, struktur komunitas, serta hubungan faktor fisik lingkungan terhadap kelimpahan kumbang penggerek batang (coleoptera: scolytinae) pada tegakan pinus di kawasan tahura pocut meurah intan, aceh besar. pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode ethanol-baited trap pada tiga tipe tegakan, yaitu tegakan pinus murni, tegakan campuran pinus dan hutan alam, serta hutan alam. parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu udara, kelembapan udara, dan kerapatan tegakan. data keanekaragaman kumbang dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman shannon-wiener (h'), indeks kemerataan (e), indeks dominansi simpson (c), kelimpahan relatif, dan principal component analysis (pca) untuk menganalisis hubungan faktor fisik lingkungan dengan kelimpahan dan struktur komunitas kumbang penggerek batang (coleoptera: scolytinae). hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 9 spesies kumbang penggerek batang (coleoptera: scolytinae) dengan total 33 individu. genus xyleborus merupakan yang paling dominan dengan kelimpahan relatif sebesar 36,36%. nilai indeks keanekaragaman (h') sebesar 1,88 termasuk kategori sedang, indeks kemerataan (e) sebesar 0,86 termasuk kategori tinggi, dan indeks dominansi (c) sebesar 0,20 termasuk kategori rendah. hasil analisis pca menunjukkan bahwa kelimpahan kumbang penggerek batang (coleoptera: scolytinae) berhubungan positif dengan kelembapan udara dan kerapatan tegakan, sedangkan suhu udara menunjukkan hubungan negatif. kata kunci: keanekaragaman, scolytinae, tahura pocut meurah intan, tegakan pinus
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
KEANEKARAGAMAN DAN STRUKTUR KOMUNITAS KUMBANG PENGGEREK BATANG (COLEOPTERA: SCOLYTINAE) PADA TEGAKAN PINUS DI KAWASAN TAHURA POCUT MEURAH INTAN, ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas mipa,2026
Baca Juga : KEANEKARAGAMAN SPESIES BURUNG BERDASARKAN KETINGGIAN PADA KAWASAN RPH ALUE GEULIMA TAHURA POCUT MEURAH INTAN KABUPATEN ACEH BESAR. (ALKAUSAR YUDIANSYAM, 2026)
Abstract
This research aimed to determine the diversity, community structure, and the relationship between environmental physical factors and the abundance of bark beetles (Coleoptera: Scolytinae) in pine stands within the Pocut Meurah Intan Forest Park (Tahura), Aceh Besar. Sampling was conducted using ethanol-baited traps in three stand types: pure pine stands, mixed pine natural forest stands, and natural forest stands. Environmental parameters measured included air temperature, relative humidity, and stand density. Beetle diversity was analyzed using the Shannon–Wiener diversity index (H'), the evenness index (E), Simpson’s dominance index (C), relative abundance, and Principal Component Analysis (PCA) to examine the relationships between environmental factors and the abundance and community structure of bark beetles (Coleoptera: Scolytinae). The results revealed a total of nine bark beetle species (Coleoptera: Scolytinae) comprising 33 individuals. The genus Xyleborus was the most dominant, accounting for a relative abundance of 36.36%. The Shannon–Wiener diversity index (H') was 1.88, indicating moderate diversity; the evenness index (E) was 0.86, indicating high evenness; and the Simpson’s dominance index (C) was 0.20, indicating low dominance. PCA results showed that bark beetle abundance was positively associated with relative humidity and stand density, whereas air temperature exhibited a negative relationship with beetle abundance. Keywords: biodiversity, Scolytinae, pine stands, Tahura Pocut Meurah Intan