Abstrak keberadaan pt syaukath sejahtera sebagai perusahaan kelapa sawit di gampong cot jabet memberikan manfaat bagi wilayah sekitar, antara lain membuka lapangan pekerjaan bagi sebagian masyarakat serta mendorong aktivitas ekonomi di tingkat lokal. di balik manfaat tersebut, hubungan antara perusahaan, aparatur gampong cot jabet, dan masyarakat memperlihatkan adanya perbedaan kewenangan dalam proses pengambilan keputusan. aparatur gampong berperan sebagai penghubung dalam penyampaian informasi antara perusahaan dan masyarakat, namun perbedaan kewenangan tersebut tetap berpotensi menimbulkan ketimpangan otoritas dan konflik laten. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan otoritas antara pt syaukath sejahtera dan masyarakat serta mengidentifikasi bentuk-bentuk konflik laten yang muncul dalam hubungan tersebut. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. data diperoleh dari observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. penelitian ini menggunakan teori konflik ralf dahrendorf yang menekankan adanya perbedaan distribusi otoritas antara kelompok superordinat dan subordinat dalam struktur sosial. hasil penelitian menunjukkan pt syaukath sejahtera memiliki kewenangan yang lebih besar dalam proses pengambilan keputusan, sedangkan aparatur gampong berperan sebagai penghubung komunikasi antara perusahaan dan masyarakat. sementara itu, masyarakat memiliki ruang yang terbatas dalam menyampaikan aspirasi serta memengaruhi kebijakan yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan. kesimpulan penelitian menunjukkan adanya ketimpangan otoritas yang memunculkan konflik laten berupa rasa ketidakadilan, kekecewaan, dan menurunnya kepercayaan sebagian masyarakat terhadap perusahaan. kata kunci: ketimpangan otoritas, konflik laten, perusahaan kelapa sawit, masyarakat, teori konflik ralf dahrendorf.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KETIMPANGAN OTORITAS ANTARA PT SYAUKATRNSEJAHTERA DENGAN MASYARAKAT GAMPONG COTRNJABET. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik,2026
Baca Juga : IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI GAMPONG TRIENG MATANG UBI KECAMATAN LHOKSUKON KABUPATEN ACEH UTARA (Ipah Nazira, 2022)
Abstract
ABSTRACT The presence of PT Syaukath Sejahtera, a palm oil company operating in Cot Jabet Village, has contributed to the surrounding area by creating employment opportunities for local residents and stimulating economic activities. However, despite these benefits, the relationship between the company, the village government, and the community reflects an unequal distribution of authority in the decision-making process. Although the village government functions as an intermediary in facilitating communication between the company and the community, differences in authority continue to create the potential for authority imbalances and latent conflict. This study aims to analyze the authority imbalance between PT Syaukath Sejahtera and the local community and to identify the forms of latent conflict arising from this relationship. This research employed a qualitative method using a case study approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed using the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The analysis was guided by Ralf Dahrendorf's Conflict Theory, which emphasizes the unequal distribution of authority between superordinate and subordinate groups within a social structure. The findings reveal that PT Syaukath Sejahtera possesses greater authority in the decision-making process, while the village government primarily serves as a communication intermediary between the company and the community. In contrast, the community has limited opportunities to express its aspirations and influence decisions related to the company's operations. The study concludes that this unequal distribution of authority has generated latent conflicts, manifested in feelings of injustice, disappointment, and declining trust among some community members toward the company. Keywords: Authority Imbalance, Latent Conflict, Palm Oil Company, Community, Ralf Dahrendorf's Conflict Theory.
Baca Juga : PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, INFLASI DAN PENGELUARAN PEMERINTAH TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN DI ASEAN-5 (Yola Mairina Sari, 2022)