Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Anis Meutia, FENOMENA PENGEMIS ANAK DI KECAMATAN SYIAHRNKUALA KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,2026

Abstrak fenomena pengemis anak merupakan salah satu permasalahan sosial yang masih ditemukan di kota banda aceh, khusunya di kecamatan syiah kuala. keberadaan pengemis anak di kawasan persimpangan jalan, warung kopi, dan tempat umum lainnya menujukkan bahwa anak-anak masih terlibat dalam aktivitas mengemis akibat berbagai faktor sosial dan ekonomi. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab anak terlibat dalam aktivitas mengemis bagi anak di kecamatan syiah kuala. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. teori yang di gunakan adalah teori fenomenologi alfred schutz tentang memahami pengemis anak yaitu dengan menekankan pada pengalaman subjektif mereka.teknik pengumpulan dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dengan jumlah informan di penelitian ini sejumlah tujuh orang enam pengemis anak dan satu pihak dinas sosial kota banda aceh. hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan anak dalam aktivitas mengemis dipengaruhi oleh faktor ekonomi keluarga, kurangnya pengawasan orang tua, lingkungan sosial, serta rendahnya kondisi pendidikan keluarga. selain itu, sebagian anak memaknai aktivitas mengemis sebagai bentuk membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. penelitian ini juga menemukan bahwa kawasan syiah kuala dianggap sebagai lokasi strategis untuk mengemis karena ramai aktivitas masyarakat dan mahasiswa. oleh karena itu, diperlukan perhatian dan penanganan yang lebih serius dari keluarga, masyarakat, dan dinas sosial agar anak-anak tidak terus terlibat dalam aktivitas mengemis. kata kunci: anak,pengemis, fenomena sosial



Abstract

ABSTRACT The phenomenon of child beggars is one of the social problems that is still found in Banda Aceh City, especially in Syiah Kuala District. The presence of child beggars at crossroads, coffee shops, and other public places shows that children are still involved in begging activities due to various social and economic factors. This study aims to determine the factors causing children to be involved in begging activities for children in Syiah Kuala District. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. The theory used is Alfred Schutz's Phenomenological Theory on understanding child beggars, namely by emphasizing their subjective experiences. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation with a total of seven informants in this study, six child beggars and one representative from the Banda Aceh City Social Service. The results of the study indicate that children's involvement in begging activities is influenced by family economic factors, lack of parental supervision, social environment, and low family educational conditions. In addition, some children interpret begging activities as a form of helping their parents in meeting their daily needs. This study also found that the Syiah Kuala area is considered a strategic location for begging due to its bustling community and student activities. Therefore, more serious attention and intervention from families, the community, and the Social Services Department are needed to prevent children from continuing to engage in begging. Keywords: Children, Beggars, Social Phenomena



    SERVICES DESK