Telah dilakukan penelitian tentang kajian sosial dan ekonomi nelayan mini trawl di ppi kuala tuha, kecamatan kuala pesisir, kabupaten nagan raya, aceh. nelayan mini trawl masih menghadapi ketidakpastian hasil tangkapan, fluktuasi harga ikan, dan tingginya biaya operasional yang memengaruhi tingkat pendapatan dan kesejahteraan rumah tangga. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sosial dan ekonomi nelayan mini trawl di ppi kuala tuha. penelitian menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling terhadap 30 responden yang terdiri atas pawang kapal dan anak buah kapal. data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan indikator kesejahteraan badan pusat statistik (bps), sedangkan aspek ekonomi dianalisis melalui perhitungan biaya operasional, penerimaan, dan pendapatan usaha penangkapan. hasil penelitian menunjukkan bahwa 93% responden berada pada kategori kesejahteraan tinggi dan 7% pada kategori kesejahteraan sedang. kondisi tersebut didukung oleh kepemilikan rumah yang layak, akses listrik, fasilitas sanitasi, serta kuatnya kehidupan sosial masyarakat nelayan. rata-rata biaya operasional usaha penangkapan sebesar rp39.648.000 per tahun dengan penerimaan rp168.332.000 per tahun, sehingga menghasilkan pendapatan bersih sebesar rp128.684.000 per tahun atau rp10.723.667 per bulan. kondisi sosial nelayan tergolong baik, sedangkan kondisi ekonomi masih dipengaruhi oleh musim penangkapan yang menyebabkan pendapatan berfluktuasi. kata kunci : nelayan mini trawl, kondisi sosial, kondisi ekonomi, pendapatan nelayan, kesejahteraan nelayan, musim penangkapan
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN SOSIAL DAN EKONOMI NELAYAN MINI TRAWL DI PPI KUALA TUHA KECAMATAN KUALA PESISIR KABUPATEN NAGAN RAYA, ACEH. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2026
Baca Juga : ANALISIS PERMINTAAN KEDELAI PADA INDUSTRI TEMPE DI KECAMATAN KUALA PESISIR KABUPATEN NAGAN RAYA RN( KASUS USAHA HOME INDUSTRY) (Agustia Wardiully, 2014)
Abstract
A study on the sosial and economic conditions of mini trawl fishermen at the Kuala Tuha Fish Landing Base (PPI Kuala Tuha), Kuala Pesisir District, Nagan Raya Regency, Aceh, was conducted. Mini trawl fishermen continue to face uncertain fish catches, fluctuating fish prices, and high operational costs, which affect their household income and welfare. This study aimed to analyze the sosial and economic conditions of mini trawl fishermen at PPI Kuala Tuha. The research employed a survey method using a purposive sampling technique involving 30 respondents consisting of boat captains and crew members. Data were collected through interviews using structured questionnaires and analyzed descriptively based on the welfare indicators established by the Indonesian Central Statistics Agency (BPS). The economic aspect was analyzed by calculating operational costs, revenue, and income from fishing activities. The results showed that 93% of the respondents were classified as having a high level of welfare, while 7% were categorized as having a moderate level of welfare. This condition was supported by adequate housing, access to electricity, proper sanitation facilities, and strong sosial cohesion within the fishing community. The average annual operational cost of fishing activities was IDR 39,648,000, with an average annual revenue of IDR 168,332,000, resulting in an average annual net income of IDR 128,684,000 or IDR 10,723,667 per month. Overall, the fishermen exhibited good sosial conditions, whereas their economic conditions remained highly dependent on the fishing season, resulting in fluctuations in household income. Keywords: Mini trawl fishermen, sosial condition, economic condition, fishermen's income, fishermen's welfare, fishing season