Jerawat adalah suatu kondisi dimana pori-pori tersumbat dan menyebabkan kantong nanah menjadi eritema yang disebabkan oleh infeksi bakteri. bakteri yang paling sering menginfeksi kulit dan menyebabkan eritema adalah propionibacterium acnes (p. acnes). penggunaan antibiotik untuk mengobati jerawat dapat mengakibatkan resistensi, sehingga diperlukan alternatif penyembuhan alami untuk mengobati infeksi tersebut. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis zona hambat dan efektivitas ekstrak etanol campuran rempah (eecr) jahe, serai, kunyit dan jintan hitam sebagai antibakteri dan antieritema terhadap bakteri p. acnes. metode penelitian ini yaitu eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (ral). pengujian pada penelitian ini yaitu uji antibakteri dengan 6 perlakuan dan uji antieritema dengan 19 perlakuan serta masing-masing tiga ulangan. perlakuan terdiri dari larutan eecr dengan konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm dan 200 ppm, serta pada uji antieritema menggunakan sediaan krim dengan konsentrasi krim eecr 5%, 10% dan 15% serta basis krim. sedangkan perlakuan kontrol menggunakan klindamisin. parameter penelitian ini adalah diameter zona hambat pada uji antibakteri dan penurunan diameter eritema pada uji antieritema. hasil penelitian menunjukkan eecr memiliki efektivitas sebagai agen antibakteri dan antieritema paling optimal dengan konsentrasi 50 ppm, serta sediaan krim eecr 5% menunjukkan efektivitas dalam penurunan diameter eritema. kata kunci: antieritema, antibakteri, jerawat, krim, rempah
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
POTENSI ANTIBAKTERI DAN ANTIERITEMA EKSTRAK ETANOL CAMPURAN REMPAH UNTUK PENANGANAN INFEKSI BAKTERI PROPIONIBACTERIUM ACNES. Banda Aceh MIPA Biologi S2,2026
Baca Juga : EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL CAMPURAN REMPAH TERHADAP AKTIVITAS FAGOSITOSIS MAKROFAG YANG DITANTANG BAKTERI PROPIONIBACTERIUM ACNES (SALSABILA, 2025)
Abstract
Acne is a skin disorder characterized by clogged pores that lead to the formation of pus-filled lesions and erythema, primarily caused by infection with Propionibacterium acnes (P. acnes). The use of antibiotics for acne treatment may lead to antibiotic resistance. Therefore, natural therapeutic alternatives are needed to manage these infections. The study aimed to analyze the inhibition zone and evaluate the antibacterial and anti-erythema effectiveness of a mixed spice ethanolic extract (EECR) consisting of ginger, lemongrass, turmeric and black cumin against Propionibacterium acnes. This study employed an experimental design a Completely Randomized Design. The study included an antibacterial assay with six treatment groups and an anti-erythema assay with nineteen treatment groups, each performed in triplicate. The treatments consisted of EECR solutions at concentrations of 50, 100, 150 and 200 ppm. For the anti-erythema assay, EECR cream formulations containing 5%, 10% and 15% extract, along with a cream base, were evaluated. Clyndamycin was used as the positive control treatment. The study parameters were the diameter of the inhibition zone in the antibacterial assay and the reduction in erythema diameter in the anti-erythema assay. The results demonstrated that EECR exhibited the most effective antibacterial and anti-erythema activities at a concentration of 50 ppm, while the 5% EECR cream formulation showed the greatest effectiveness in reducing erythema diameter. Keywords: acne, anti-erythema, antibacterial, cream, spices
Baca Juga : FORMULASI, EVALUASI, DAN UJI IN VITRO SEDIAAN EMULGEL DAN KRIM DARI EKSTRAK DAUN KAYU PUTIH (MELALEUCA LEUCADENDRON) SEBAGAI ACNE SPOT TREATMENT (T. Zaid Thariq Gunana, 2024)