Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
DINI KHAIRUNNISAH, ANALISIS KARAKTERISTIK MORFOLOGI SENGON WAMENA (FALCATARIA FALCATA) PADA KEBUN BENIH SEMAI DI KAWASAN HUTAN KEMASYARAKATAN ALUE SIMANTOK, BIREUEN. Banda Aceh Fakultas Pertanian - Kehutanan,2026

Sengon wamena (falcataria falcata) merupakan salah satu jenis pohon cepat tumbuh (fast growing species) yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta berpotensi dikembangkan sebagai sumber bahan baku industri kayu dan rehabilitasi lahan. upaya pengembangan sengon wamena memerlukan ketersediaan sumber benih yang berkualitas, sehingga diperlukan informasi mengenai karakter morfologi setiap klon sebagai dasar dalam kegiatan seleksi dan pemuliaan tanaman. salah satu sumber benih yang berperan dalam penyediaan benih unggul adalah kebun benih semai (kbs). oleh karena itu, karakteristik morfologi sengon wamena di kebun benih semai menjadi penting untuk mendukung evaluasi performa klon dan pengembangan sumber benih unggul. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter morfologi kualitatif serta pertumbuhan kuantitatif sengon wamena berdasarkan asal klon pada kebun benih semai (kbs) di kawasan hutan kemasyarakatan alue simantok, kabupaten bireuen. penelitian dilakukan pada empat blok terpilih, yaitu blok 2, 8, 12, dan 13, dengan total 88 sampel yang berasal dari enam asal klon, yaitu holima, hobikosi, muai, waga-waga, muliama bawah, dan piramid. karakter morfologi kualitatif yang diamati meliputi bentuk batang, permukaan batang, arah tumbuh batang, warna batang, dan bentuk tajuk. sementara itu, karakter kuantitatif yang diamati meliputi tinggi pohon dan diameter batang. data morfologi kualitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data tinggi pohon dan diameter batang dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (anova) berdasarkan rancangan acak kelompok (rak), kemudian dilanjutkan dengan uji duncan pada parameter yang menunjukkan perbedaan nyata. hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter morfologi kualitatif sengon wamena memiliki tingkat keseragaman yang tinggi. bentuk batang, arah tumbuh batang, dan bentuk tajuk menunjukkan karakter yang sama pada seluruh sampel, sedangkan variasi hanya ditemukan pada permukaan batang dan warna batang. variasi tersebut diduga lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan gangguan biotik dibandingkan faktor genetik. rata-rata tinggi pohon antar asal klon berkisar antara 18,22-19,88 m, sedangkan rata-rata diameter batang berkisar antara 13,33-15,53 cm. asal klon waga-waga dan piramid memiliki rata-rata tinggi pohon tertinggi, sedangkan holima memiliki rata-rata diameter batang terbesar. hasil analisis ragam menunjukkan bahwa asal klon tidak berbeda nyata terhadap tinggi pohon maupun diameter batang. sebaliknya, faktor blok menunjukkan berbeda nyata terhadap diameter batang. hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi dasar dalam kegiatan pemuliaan pohon, pengelolaan kebun benih, serta pengembangan sengon wamena pada kondisi lingkungan yang sesuai sehingga produktivitas tanaman dapat ditingkatkan. kata kunci: sengon, sengon provenan wamena, karakter morfologi, pertumbuhan.



Abstract

Sengon Wamena (Falcataria falcata) is a fast-growing tree species with high economic value and potential for development as a raw material source for the wood industry and for land rehabilitation. Developing this species requires the availability of high-quality seed sources; therefore, information regarding the morphological characteristics of each clone is essential for selection and breeding activities. Seedling Seed Orchards (SSO) play a key role in providing superior seeds. Consequently, understanding the morphological characteristics of Sengon Wamena within the SSO is crucial for evaluating clone performance and developing superior seed sources. This study aimed to analyze the qualitative morphological characteristics and quantitative growth of Sengon Wamena based on clone origin at the Seedling Seed Orchard (SSO) in the Alue Simantok Community Forest Area, Bireuen Regency. The research was conducted across four selected blocks—Blocks 2, 8, 12, and 13—using a total of 88 samples representing six clone origins: Holima, Hobikosi, Muai, Waga-Waga, Muliama Bawah, and Piramid. Qualitative morphological traits observed included stem shape, stem surface, stem growth direction, stem color, and crown shape, while quantitative traits measured included tree height and stem diameter. Qualitative data were analyzed descriptively, whereas tree height and stem diameter data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) based on a Randomized Block Design (RBD), followed by Duncan’s test for parameters showing significant differences. The results indicated a high level of uniformity in the qualitative morphological characteristics of Sengon Wamena. Stem shape, growth direction, and crown shape were consistent across all samples, with variations observed only in stem surface and stem color. These variations are believed to be influenced more by environmental factors and biotic disturbances than by genetic factors. The average tree height across clone sources ranged from 18.22 to 19.88 m, while the average stem diameter ranged from 13.33 to 15.53 cm. The Waga-Waga and Piramid clone sources exhibited the greatest average tree heights, whereas Holima showed the largest average stem diameter. Analysis results indicated no significant differences among clone sources regarding either tree height or stem diameter. Conversely, the block factor showed a significant effect on stem diameter. These findings are expected to serve as baseline information for tree breeding, seed orchard management, and the development of Wamena Sengon in suitable environmental conditions, thereby enhancing plant productivity. Keywords: Sengon, Wamena Sengon, provenance, morphological characteristics, growth.



    SERVICES DESK