Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung ikan rucah dalam formulasi pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan kakap putih (lates calcarifer). penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya biaya pakan akibat penggunaan tepung ikan komersial sebagai sumber protein utama dalam budidaya ikan kakap putih, sehingga diperlukan bahan alternatif yang lebih ekonomis namun tetap memiliki kandungan nutrisi yang baik. metode yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap (ral) yang terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan, yaitu p1 (kontrol/pakan komersial), p2 (40% tepung ikan rucah), p3 (50% tepung ikan rucah), dan p4 (60% tepung ikan rucah). parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, feed conversion ratio (fcr), efisiensi pakan (ep), specific growth rate (sgr), dan tingkat kelangsungan hidup (sr). data dianalisis menggunakan anova pada taraf kepercayaan 95%. hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung ikan rucah memberikan pengaruh terhadap beberapa parameter pertumbuhan ikan kakap putih. perlakuan terbaik diperoleh pada p4 (60% tepung ikan rucah) yang menghasilkan pertumbuhan panjang mutlak tertinggi sebesar 1,94 ± 0,02 cm, nilai fcr terendah sebesar 1,29 ± 0,04, efisiensi pakan tertinggi sebesar 78,00 ± 2,45%, serta tingkat kelangsungan hidup tertinggi sebesar 94,00 ± 5,48%. namun, perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat mutlak dan laju pertumbuhan spesifik (sgr). kualitas air selama penelitian masih berada pada kisaran optimal untuk pemeliharaan ikan kakap putih. dengan demikian, penggunaan tepung ikan rucah hingga 60% dalam formulasi pakan terbukti mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan dan mendukung pertumbuhan ikan kakap putih secara optimal. kata kunci : ikan kakap putih, tepung ikan rucah, pertumbuhan, efisiensi pakan, kelangsungan hidup
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG IKAN RUCAH DALAM PAKAN UNTUK PERTUMBUHAN IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER). Banda Aceh Fakultas Kelautan dan Perikanan Budidaya Perairan (S1),2026
Baca Juga : SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG KEDELAI TERHADAP PERTUMBUHAN, KELANGSUNGAN HIDUP DAN PEMANFAATAN PAKAN BENIH IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER) (MAIDA YANTI, 2019)
Abstract
This study aimed to determine the effect of adding trash fish meal to feed formulation on the growth and survival rate of Asian sea bass (Lates calcarifer). This research was motivated by the high cost of feed due to the use of commercial fish meal as the main protein source in Asian sea bass culture, therefore an alternative ingredient that is more economical but still has good nutritional content is needed. The method used in this study was an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments and five replications, namely P1 (control/commercial feed), P2 (40% trash fish meal), P3 (50% trash fish meal), and P4 (60% trash fish meal). The observed parameters included absolute weight growth, absolute length growth, Feed Conversion Ratio (FCR), feed efficiency (FE), Specific Growth Rate (SGR), and Survival Rate (SR). The data were analyzed using ANOVA at a 95% confidence level. The results showed that the addition of trash fish meal affected several growth parameters of Asian sea bass. The best treatment was obtained in P4 (60% trash fish meal), which produced the highest absolute length growth of 1.94 ± 0.02 cm, the lowest FCR value of 1.29 ± 0.04, the highest feed efficiency of 78.00 ± 2.45%, and the highest survival rate of 94.00 ± 5.48%. However, the treatments did not significantly affect absolute weight growth and Specific Growth Rate (SGR). Water quality during the study remained within the optimal range for Asian sea bass culture. Therefore, the use of up to 60% trash fish meal in feed formulation was proven to improve feed utilization efficiency and support the optimal growth of Asian sea bass. Keywords: Asian sea bass, trash fish meal, growth, feed efficiency, survival rate.
Baca Juga : PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK KOMERSIL DAN MOLASE TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER) (Rizki Ananda, 2017)