Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kuatnya keterkaitan sistem kekeluargaan dengan pembentukan pola permukiman masyarakat perdesaan di indonesia, khususnya masyarakat gayo yang menganut sistem kekerabatan patrilineal. kajian mengenai pola permukiman selama ini masih lebih banyak menyoroti faktor fisik dan ekonomi, sementara aspek sosial budaya seperti sistem kekeluargaan belum banyak dikaji secara mendalam. desa kute bukit, kecamatan blangpegayon, dipilih sebagai lokasi penelitian karena perkembangan permukimannya yang relatif cepat, populasi etnis gayo yang mendominasi lebih dari 85% penduduk, serta sistem kekeluargaan dan sistem dusun yang masih dipertahankan, sehingga menjadi representasi yang tepat untuk mengkaji keterkaitan antara sistem kekeluargaan dengan pola permukiman. penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik sistem kekeluargaan masyarakat, menganalisis pola permukiman yang terbentuk, serta mengkaji hubungan antara keduanya di desa kute bukit. penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan spasial melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 45 kepala keluarga dan tokoh adat yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling, serta dokumentasi. data dianalisis secara deskriptif dan dipetakan secara spasial. hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kekeluargaan masyarakat desa kute bukit bercirikan patrilineal dengan struktur kekerabatan dan dusun sebagai unit sosial utama, di mana pola tempat tinggal pasca pernikahan didominasi oleh pola patrilokal (71,1%). pola permukiman yang terbentuk terdiri atas tiga tipologi, yaitu pola linier (42%), pola kluster berdasarkan dusun (38%), dan pola menyebar di kawasan pertanian (20%). hasil analisis menunjukkan adanya keterkaitan yang kuat antara sistem kekeluargaan dengan pola permukiman, di mana kedekatan hubungan keluarga, pola patrilokal, sistem pewarisan tanah patrilineal, serta keanggotaan dusun menjadi faktor utama pembentuk pola permukiman berkluster dan bersifat konsentris antargenerasi. modernisasi turut memengaruhi perubahan pola permukiman dengan munculnya kecenderungan hunian yang lebih linier dan menyebar mengikuti jaringan jalan pada generasi muda, meskipun nilai-nilai kekeluargaan dan adat gayo tetap menjadi faktor dominan dalam membentuk struktur ruang permukiman di desa kute bukit. kata kunci: sistem kekeluargaan, pola permukiman, patrilineal, gayo, desa kute bukit
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KETERIKATAN SISTEM KEKELUARGAAN DENGAN POLA PERMUKIMAN DI DESA KUTE BUKIT, KECAMATAN BLANGPEGAYON, KABUPATEN GAYO LUES. Banda Aceh Fakultas Teknik,2026
Baca Juga : INVENTARISASI SPESIES IKAN DI KAWASAN SUNGAI PELONGOMAN KECAMATAN KUTAPANJANG KABUPATEN GAYO LUES (ZULAIKA, 2022)
Abstract
This study is motivated by the strong relationship between the kinship system and the formation of rural settlement patterns in Indonesia, particularly among the Gayo community, which adheres to a patrilineal kinship system. Previous studies on settlement patterns have primarily focused on physical and economic factors, while socio-cultural aspects, such as the kinship system, have received relatively limited attention. Kute Bukit Village, Blangpegayon District, was selected as the study area due to its relatively rapid settlement development, the dominance of the Gayo ethnic group, which constitutes more than 85% of the population, and the continued preservation of its kinship and Dusun systems. These characteristics make the village an appropriate case for examining the relationship between the kinship system and settlement patterns. This study aims to describe the characteristics of the local kinship system, analyze the existing settlement patterns, and examine the relationship between the two in Kute Bukit Village. A qualitative method with a spatial approach was employed through field observations, in-depth interviews with 45 household heads and traditional leaders selected using the snowball sampling technique, and documentation. The collected data were analyzed descriptively and spatially mapped. The findings reveal that the kinship system of the Kute Bukit community is characterized by a patrilineal structure, with the Dusun serving as the primary social unit, while post-marital residence is predominantly patrilocal (71.1%). The settlement pattern consists of three typologies: linear (42%), Dusun-based clustered (38%), and dispersed settlements in agricultural areas (20%). The analysis indicates a strong relationship between the kinship system and settlement patterns, where close family ties, patrilocal residence, patrilineal land inheritance, and Dusun membership are the main factors shaping clustered and intergenerational concentric settlement patterns. Modernization has also influenced changes in settlement patterns, as reflected by the increasing tendency of younger generations to establish linear and dispersed housing along road networks. Nevertheless, Gayo kinship values and customary traditions remain the dominant factors influencing the spatial structure of settlements in Kute Bukit Village. Keywords: kinship system, settlement pattern, patrilineal, Gayo, Kute Bukit Village.
Baca Juga : PROFIL HOME INDUSTRI GULA AREN DI KECAMATAN PINING KABUPATEN GAYO LUES (Mayani, 2023)