Abstrak penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko bencana tsunami di kabupaten pidie yang menuntut kesiapsiagaan anggota satuan perlindungan masyarakat (satlinmas) sebagai unsur perlindungan masyarakat di tingkat gampong/desa. kesiapsiagaan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama pengetahuan, sikap, dan perilaku. penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan pengetahuan, sikap, perilaku, dan kesiapsiagaan anggota satlinmas setelah intervensi berupa ceramah, diskusi, dan simulasi bencana tsunami. menganalisis pengaruh pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap kesiapsiagaan, serta mendeskripsikan hasil observasi selama pelaksanaan intervensi. penelitian ini dilaksanakan di kecamatan kota sigli terhadap 45 orang anggota satlinmas dari 15 gampong/desa dengan menggunakan metode mixed methods dengan embedded mixed methods design, yaitu pendekatan kuantitatif sebagai metode utama dan pendekatan kualitatif sebagai metode pendukung. pendekatan kuantitatif menggunakan desain pre-experimental one group pretest– posttest design, sedangkan pendekatan kualitatif dilakukan melalui observasi sistematis selama pelaksanaan intervensi. data kuantitatif dianalisis menggunakan paired sample t-test dan regresi linear berganda, sedangkan data observasi dianalisis menggunakan model interaktif miles, huberman, dan saldana, kemudian diintegrasikan pada tahap interpretasi hasil. hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi berupa ceramah, diskusi, dan simulasi bencana tsunami meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku, dan kesiapsiagaan anggota satlinmas secara signifikan (p < 0,05). analisis regresi menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dan perilaku berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapsiagaan, baik secara parsial maupun simultan, dengan nilai r² sebesar 0,639, yang menunjukkan bahwa 63,9% variasi kesiapsiagaan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. variabel sikap merupakan faktor yang memberikan pengaruh paling dominan terhadap kesiapsiagaan. hasil observasi memperkuat temuan kuantitatif melalui peningkatan partisipasi, komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, kepatuhan terhadap prosedur evakuasi, serta kemampuan peserta dalam melaksanakan simulasi. penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi ceramah, diskusi, dan simulasi dalam pendekatan embedded mixed methods design efektif meningkatkan kapasitas satlinmas dan dapat dijadikan model pembinaan berkelanjutan dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana tsunami di kabupaten pidie.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS PENGARUH PENGETAHUAN, SIKAPRNDAN PERILAKU SATLINMAS TERHADAPRNKESIAPSIAGAAN BENCANA TSUNAMI RNDI KABUPATEN PIDIE. Banda Aceh Fakultas Pasca Sarjana,2026
Baca Juga : ANALISIS TINGKAT KINERJA BPBD KABUPATEN PIDIE DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR (SYAWALUDDIN, 2016)
Abstract
Baca Juga : PENGETAHUAN PERAWAT PUSKESMAS TENTANG PENANGGULANGAN BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DALAM WILAYAH KERJA KOTA BANDA ACEH (WINDA SALTIRA, 2017)