Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Khairunnisa Janualifah, PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG AZOLLA (AZOLLA MICROPHYLLA) FERMENTASI DAN TEPUNG CANGKANG TELUR RNTERHADAP PEFORMA PRODUKSI PUYUH PETELUR. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2026

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan tepung azolla fermentasi (taf) sebagai bahan pakan alternatif dalam ransum terhadap performa produksi puyuh petelur (coturnix coturnix japonica). azolla merupakan tanaman air yang memiliki kandungan protein cukup tinggi sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan pakan. namun, kandungan serat kasarnya yang tinggi menjadi kendala dalam pemanfaatannya pada unggas. oleh karena itu, dilakukan proses fermentasi untuk meningkatkan kualitas nutrisi dan palatabilitas tepung azolla sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan substitusi pakan komersial. penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok (rak) dengan 4 kelompok dan 5 perlakuan. perlakuan terdiri atas ra (100% ransum komersial), rb (ransum substitusi tanpa taf), rc (ransum substitusi dengan 2,5% taf), rd (ransum substitusi dengan 5% taf), dan re (ransum substitusi dengan 7,5% taf). parameter yang diamati meliputi konsumsi ransum, produksi telur (hen day production/hdp), bobot telur, massa telur (egg mass), konversi ransum (feed conversion ratio/fcr), efisiensi penggunaan ransum (epr), bobot badan akhir, dan pertambahan bobot badan (pbb). hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung azolla fermentasi hingga level 7,5% tidak memberikan pengaruh nyata (p>0,05) terhadap konsumsi ransum dan bobot telur. hal ini menunjukkan bahwa proses fermentasi mampu meningkatkan palatabilitas sehingga tepung azolla masih dapat diterima oleh puyuh tanpa menurunkan konsumsi pakan maupun kualitas bobot telur. rataan konsumsi ransum selama penelitian berkisar antara 26,50–27,78 g/ekor/hari, sedangkan bobot telur berkisar antara 9,58–10,12 g/butir. sebaliknya, penggunaan taf memberikan pengaruh nyata terhadap beberapa parameter produksi. produksi telur (hdp) dan massa telur mengalami penurunan yang signifikan pada penggunaan taf 7,5% (p



Abstract

This study aimed to evaluate the effect of fermented *Azolla* meal (FAM) as an alternative feed ingredient in the diet on the production performance of laying quails (*Coturnix coturnix japonica*). *Azolla* is an aquatic fern with a relatively high protein content, making it a potential feed ingredient. However, its high crude fiber content limits its utilization in poultry diets. Therefore, a fermentation process was applied to improve the nutritional quality and palatability of *Azolla* meal, enabling its use as a partial substitute for commercial feed. The experiment was conducted using a randomized complete block design (RCBD) consisting of four blocks and five dietary treatments. The treatments were as follows: RA (100% commercial diet), RB (substitution diet without fermented *Azolla* meal), RC (substitution diet containing 2.5% fermented *Azolla* meal), RD (substitution diet containing 5% fermented *Azolla* meal), and RE (substitution diet containing 7.5% fermented *Azolla* meal). The parameters observed included feed intake, egg production (Hen Day Production/HDP), egg weight, egg mass, Feed Conversion Ratio (FCR), feed utilization efficiency (FUE), final body weight, and body weight gain (BWG). The results showed that the inclusion of fermented *Azolla* meal up to 7.5% had no significant effect (P>0.05) on feed intake or egg weight. These findings indicate that the fermentation process improved the palatability of *Azolla* meal, allowing it to be accepted by laying quails without reducing feed consumption or egg weight. The average feed intake during the experimental period ranged from 26.50 to 27.78 g/bird/day, while the average egg weight ranged from 9.58 to 10.12 g/egg. In contrast, fermented *Azolla* meal significantly affected several production parameters. Hen Day Production (HDP) and egg mass decreased significantly at the 7.5% inclusion level (P



    SERVICES DESK