Kegiatan reklamasi pascatambang bertujuan memulihkan kondisi lahan yang mengalami kerusakan akibat aktivitas pertambangan agar kembali memiliki fungsi ekologis. keberhasilan reklamasi tidak hanya ditunjukkan oleh pertumbuhan vegetasi, tetapi juga oleh kemampuan kawasan dalam mendukung keberadaan satwa liar, termasuk primata. monyet ekor panjang (macaca fascicularis) merupakan salah satu primata yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap berbagai tipe habitat dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sebagai penyebar biji. namun, informasi mengenai populasi dan persebaran monyet ekor panjang di areal reklamasi pascatambang pt mifa bersaudara masih terbatas. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola persebaran, mengetahui jumlah populasi, serta menghitung kepadatan populasi monyet ekor panjang pada areal reklamasi pt mifa bersaudara, kabupaten aceh barat. penelitian dilaksanakan pada tiga areal reklamasi, yaitu pit a timur, bod musangking, dan beringin 3. pengumpulan data dilakukan menggunakan metode eksplorasi melalui pengamatan langsung pada pagi dan sore hari selama dua bulan. data yang dikumpulkan meliputi jumlah individu, struktur umur, nisbah kelamin, koordinat lokasi perjumpaan, serta kondisi biofisik habitat. analisis persebaran dilakukan menggunakan indeks morisita, sedangkan kepadatan populasi dihitung berdasarkan jumlah individu per satuan luas areal reklamasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 50 individu monyet ekor panjang yang terbagi ke dalam empat kelompok pada tiga areal reklamasi. populasi tertinggi ditemukan di pit a timur sebanyak 31 individu, diikuti bod musangking sebanyak 11 individu, dan beringin 3 sebanyak 8 individu. nilai indeks morisita sebesar 1,18 menunjukkan bahwa pola persebaran monyet ekor panjang bersifat mengelompok (clumped distribution). kepadatan populasi secara keseluruhan sebesar 1,97 individu/ha yang termasuk dalam kategori kepadatan tinggi. struktur populasi didominasi oleh individu betina dewasa dan juvenile, sedangkan nisbah kelamin menunjukkan kecenderungan female-biased sex ratio. selain monyet ekor panjang, selama penelitian juga dijumpai primata lain, yaitu lutung kelabu (trachypithecus cristatus) dan kedih (presbytis thomasi), yang menunjukkan bahwa kawasan reklamasi telah dimanfaatkan oleh lebih dari satu spesies primata. berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa areal reklamasi pt mifa bersaudara telah mampu mendukung keberadaan monyet ekor panjang dan primata lainnya. pola persebaran yang mengelompok menunjukkan bahwa pemanfaatan habitat masih terfokus pada lokasi yang memiliki sumber daya dan kondisi habitat yang lebih sesuai. keberadaan beberapa spesies primata di kawasan reklamasi mengindikasikan bahwa proses reklamasi telah memberikan kontribusi terhadap pemulihan fungsi ekologis habitat serta berpotensi menjadi salah satu indikator keberhasilan reklamasi pascatambang.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS POPULASI DAN PERSEBARAN MONYET EKOR PANJANG (MACACA FASCICULARIS) DI AREAL REKLAMASI PASCATAMBANG PT MIFA BERSAUDARA, KABUPATEN ACEH BARAT. Banda Aceh Fakultas Pertanian Kehutanan,2026
Baca Juga : GAMBARAN HISTOLOGI ORGAN JANTUNG PADA MONYET EKOR PANJANG (MACACA FASCICULARIS) DEWASA (TASYA MAHARANI ALHAQ, 2025)
Abstract
Post-mining reclamation activities aim to restore land damaged by mining activities so that it can once again fulfil its ecological functions. The success of reclamation is demonstrated not only by vegetation growth, but also by the area’s ability to support wildlife, including primates. The long-tailed macaque (Macaca fascicularis) is a primate species with a high capacity to adapt to various habitat types and plays a vital role in maintaining ecosystem balance as a seed disperser. However, information regarding the population and distribution of long-tailed macaques in the post-mining reclamation area of PT Mifa Bersaudara remains limited. This study aims to identify distribution patterns, determine population numbers, and calculate the population density of long-tailed macaques in the reclamation area of PT Mifa Bersaudara, West Aceh Regency. The study was conducted in three reclamation areas, namely PIT A Timur, BOD Musangking and Beringin 3. Data collection was carried out using an exploratory method through direct observation in the mornings and evenings over a period of two months. The data collected included the number of individuals, age structure, sex ratio, coordinates of encounter locations, and the biophysical conditions of the habitat. Distribution analysis was carried out using the Morisita Index, whilst population density was calculated based on the number of individuals per unit area of the reclamation site. The results of the study showed that a total of 50 long-tailed macaques were found, divided into four groups across three reclamation areas. The largest population was found in East PIT A, numbering 31 individuals, followed by Musangking BOD with 11 individuals, and Beringin 3 with 8 individuals. A Morisita Index value of 1.18 indicates that the distribution pattern of long-tailed macaques is clumped. The overall population density was 1.97 individuals/ha, which falls within the high-density category. The population structure was dominated by adult and juvenile females, whilst the sex ratio showed a female-biased trend. In additions to the long-tailed macaque, other primates were also encountered during the study, namely the grey langur (Trachypithecus cristatus) and the Thom’s langur (Presbytis thomasi), indicating that the reclaimed area is utilised by more than one primate species. Based on the research findings, it can be concluded that the reclamation area managed by PT Mifa Bersaudara has been able to support the presence of long-tailed macaques and other primates. The clustered distribution pattern indicates that habitat utilisation remains concentrated in locations with more suitable resources and habitat conditions. The presence of several primate species in the reclamation area indicates that the reclamation process has contributed to the restoration of the habitat’s ecological functions and has the potential to serve as an indicator of the success of post-mining reclamation.
Baca Juga : IDENTIFIKASI PROTOZOA GASTROINTESTINAL PADA MONYET EKOR PANJANG (MACACA FASCICULARIS)DI KOTA SABANG (ALFI WIRATAMA ELPASHA GINTING, 2020)