Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Muhammad Mahyaruddin, HUBUNGAN LITERASI KEBENCANAAN DAN SELF-EFFICACYRNDENGAN PERILAKU KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANARNBANJIR DI KABUPATEN ACEH TAMIANG: PENDEKATANRNSTRUCTURAL EQUATION MODELING. Banda Aceh Fakultas Studi Magister Ilmu Kebencanaan,2026

Abstract floods are the most frequent natural disaster in aceh tamiang regency, with its peak in the november 2025 flash flood that resulted in 101 fatalities and 252,623 refugees, a phenomenon that indicates the need to evaluate community preparedness behavior amidst disaster literacy and self-efficacy. this study aims to evaluate the measurement model and analyze the influence of disaster literacy and self-efficacy on flood preparedness behavior in aceh tamiang regency. using a quantitative cross-sectional survey design, data were collected from 302 respondents through a convenience sampling technique and analyzed using covariance-based structural equation modeling (cb-sem) with item parceling through jamovi v2.6 software (lavaan r v4.4). the results of the structural model feasibility test showed a good fit (cfi = 0.925; tli = 0.906; srmr = 0.044) although with a marginal rmsea (0.100). construct validity and reliability were generally met (ave ≥ 0.641; htmt < 0.85; α ≥ 0.859). disaster literacy was shown to have a positive and significant relationship with preparedness behavior as a dominant predictor (β = 0.483; p < 0.001), followed by self-efficacy, which also had a positive and significant relationship (β = 0.234; p < 0.001). simultaneously, both contributed moderately to explaining 35.3% of the variance in preparedness behavior (r² = 0.353). these findings confirm that high levels of disaster experience and literacy in the community must be accompanied by strengthening psychological self-efficacy to overcome resignation ("accepting fate"), in order to achieve optimal actual preparedness. keywords: disaster literacy, self-efficacy, preparedness behavior, flood disaster, aceh tamiang, structural equation modeling



Abstract

ABSTRAK Banjir merupakan bencana alam paling sering terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang, dengan puncaknya pada banjir bandang November 2025 yang mengakibatkan 101 korban jiwa dan 252.623 pengungsi, sebuah fenomena yang mengindikasikan perlunya evaluasi terhadap perilaku kesiapsiagaan masyarakat di tengah literasi kebencanaan dan self-efficacy. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi model pengukuran dan menganalisis pengaruh literasi kebencanaan serta selfefficacy terhadap perilaku kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Menggunakan desain kuantitatif survei cross-sectional, data dikumpulkan dari 302 responden melalui teknik convenience sampling dan dianalisis menggunakan Covariance-Based Structural Equation Modeling (CBSEM) dengan item parceling melalui perangkat lunak jamovi v2.6 (lavaan R v4.4). Hasil uji kelayakan model struktural menunjukkan kecocokan yang baik (CFI = 0,925; TLI = 0,906; SRMR = 0,044) meskipun dengan RMSEA marginal (0,100). Validitas dan reliabilitas konstruk secara umum terpenuhi (AVE ≥ 0,641; HTMT < 0,85; α ≥ 0,859). Literasi kebencanaan terbukti memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap perilaku kesiapsiagaan sebagai prediktor dominan (β = 0,483; p < 0,001), diikuti self-efficacy yang juga berhubungan positif dan signifikan (β = 0,234; p < 0,001). Secara simultan, keduanya berkontribusi secara moderat menjelaskan 35,3% variansi perilaku kesiapsiagaan (R² = 0,353). Temuan ini menegaskan bahwa tingginya pengalaman dan literasi bencana di masyarakat harus dibarengi dengan penguatan self-efficacy psikologis untuk mengatasi sikap pasrah ("menerima nasib"), guna mewujudkan kesiapsiagaan aktual yang optimal. Kata Kunci: literasi kebencanaan, self-efficacy, perilaku kesiapsiagaan, bencana banjir, Aceh Tamiang, structural equation modeling



    SERVICES DESK