Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
RUSMAINI ARYUS, ANALISIS POTENSI CEDERA KAKI BAGIAN BAWAH AKIBAT GERAKAN GEUDHAM PADA TARI SEUDATI MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA. Banda Aceh Fakultas Teknik Mesin,2026

Tari seudati merupakan tarian tradisional aceh yang identik dengan gerakan hentakan kaki (geudham) dengan intensitas tinggi, sehingga menghasilkan gaya reaksi tanah dan akselerasi yang berpotensi menimbulkan cedera muskuloskeletal, khususnya pada kaki bagian bawah. penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi tegangan von mises dan deformasi pada struktur kaki bagian bawah penari seudati akibat akselerasi hentakan gerakan geudham, serta mengevaluasi pengaruh variasi berat badan penari (45 kg, 59 kg, dan 65 kg) terhadap potensi cedera. data akselerasi hentakan diperoleh melalui pengukuran eksperimental menggunakan force plate dan accelerometer, yang selanjutnya digunakan sebagai beban inersia dinamis dalam simulasi elemen hingga (finite element method) menggunakan perangkat lunak ansys workbench 2023 r1. struktur tulang dimodelkan sebagai material linear elastis (tulang kortikal), sedangkan jaringan lunak dimodelkan menggunakan karakteristik silikon. hasil penelitian menunjukkan bahwa akselerasi hentakan tertinggi terjadi pada komponen arah y untuk subjek berat badan 45 kg, yaitu sebesar 27,1 m/s², dan subjek ini secara konsisten menghasilkan nilai rata-rata tegangan von mises dan tegangan normal tertinggi dibandingkan subjek lainnya. konsentrasi tegangan maksimum teridentifikasi berada di area pergelangan kaki, tepat di bawah tulang tibia, dengan nilai tegangan von mises rata-rata sebesar 80,3 mpa. nilai ini masih berada di bawah ambang batas ultimate stress tulang (150 mpa) dan jaringan lunak (111 mpa), namun telah melampaui ambang batas ultimate stress kulit manusia (60 mpa), sehingga mengindikasikan adanya potensi risiko cedera pada lapisan kulit di area pergelangan kaki akibat gerakan geudham. kata kunci: cedera kaki, geudham, metode elemen hingga, tari seudati, tegangan von mises.


Baca Juga : ANALISIS UNSUR GERAK TARI SEUDATI (Firda Lena, 2018)


Abstract

Seudati dance is a traditional Acehnese dance characterized by high-intensity foot-stamping movements (Geudham), which generate ground reaction forces and accelerations that potentially cause musculoskeletal injuries, particularly in the lower leg. This study aims to analyze the distribution of von Mises stress and deformation in the lower leg structure of Seudati dancers resulting from the acceleration of Geudham stamping movements, as well as to evaluate the effect of variations in dancer body weight (45 kg, 59 kg, and 65 kg) on injury risk. Stamping acceleration data were collected experimentally using a force plate and an accelerometer, which were subsequently applied as dynamic inertial loads in a Finite Element Method (FEM) simulation using ANSYS Workbench 2023 R1 software. The bone structure was modeled as a linear elastic material (cortical bone), whereas soft tissue was modeled using silicone characteristics. The results indicated that the highest stamping acceleration occurred in the Y-axis component for the 45 kg subject, reaching 27.1 m/s², and this subject consistently generated the highest average von Mises and normal stresses compared to the other subjects. The maximum stress concentration was identified in the ankle region, directly beneath the tibia, with an average von Mises stress of 80.3 MPa. Although this value remains below the ultimate stress thresholds for bone (150 MPa) and soft tissue (111 MPa), it exceeds the ultimate stress threshold for human skin (60 MPa), thereby indicating a potential risk of skin injury in the ankle area due to the Geudham movement. Keywords: foot injury, Geudham, finite element method, Seudati dance, von Mises stress.



    SERVICES DESK