Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
ADE FARHANSYAH, PERUBAHAN MORFOLOGI DASAR LAUT PASCATSUNAMI PALU 2018 DI TELUK PALU BERDASARKAN DATA SONAR. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan Perikanan / Prodi Ilmu Kelautan (S1),2026

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik morfologi dasar laut teluk palu pascatsunami tahun 2018 berdasarkan data multibeam echo sounder (mbes), mengidentifikasi perubahan morfologi dasar laut melalui metode difference of bathymetry (dob) antara data batnas dan mbes, serta menganalisis distribusi zona erosi dan sedimentasi yang terbentuk akibat perubahan batimetri. penelitian dilakukan di teluk palu, sulawesi tengah, menggunakan data batnas sebagai representasi kondisi sebelum tsunami dan data mbes hasil survei tanggal 5–17 oktober 2024 sebagai representasi kondisi pascatsunami. analisis dilakukan melalui pengolahan data batimetri, pembuatan model morfologi dasar laut, perhitungan dob, serta analisis statistik pada enam zona pengamatan yang terdiri atas palu barat (pb1), pb2, muara palu (mp1),palu selatan (ps1),palu timur (pt1), dan pt2. hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar laut teluk palu memiliki morfologi berupa cekungan memanjang dengan kedalaman berkisar antara -400.18 m hingga -691.68 m serta keberadaan lereng bawah laut yang relatif curam pada kedua sisi teluk. analisis dob menunjukkan bahwa perubahan morfologi dasar laut terjadi secara spasial dan tidak merata dengan rentang perubahan batimetri dominan bernilai antara -19,03 m hingga -4,88 m. zona pb1 dan pb2 menunjukkan dominasi erosi dengan nilai rata-rata perubahan batimetri masing-masing sebesar -32,44 m dan -22,06 m, sedangkan zona mp1 menunjukkan kondisi transisi dengan nilai rata-rata perubahan sebesar 4,88 m. sementara itu, zona ps1, pt1, dan pt2 didominasi oleh sedimentasi dengan nilai rata-rata perubahan berturut-turut sebesar 15,27 m, 21,70 m, dan 19,03 m. hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan morfologi dasar laut di teluk palu pascatsunami dipengaruhi oleh karakteristik geomorfologi lokal, distribusi sedimen, serta kondisi lereng bawah laut yang berkembang pada masing-masing zona pengamatan. kata kunci: teluk palu, tsunami 2018, morfologi dasar laut, batimetri, multibeam echo sounder (mbes), difference of bathymetry (dob), erosi, sedimentasi.



Abstract

This study aims to analyze the seabed morphological characteristics of Palu Bay following the 2018 tsunami based on Multibeam Echo Sounder (MBES) data, identify seabed morphological changes using the Difference of Bathymetry (DoB) method by comparing BATNAS and MBES datasets, and analyze the spatial distribution of erosion and sedimentation zones resulting from bathymetric changes. The study was conducted in Palu Bay, Central Sulawesi, using BATNAS data to represent pre-tsunami conditions and MBES survey data collected from October 5 to 17, 2024, to represent post-tsunami conditions. The analysis included bathymetric data processing, seabed morphology modeling, DoB calculation, and statistical analysis across six observation zones: West Palu (PB1), West Palu 2 (PB2), Palu Estuary (MP1), South Palu (PS1), East Palu 1 (PT1), and East Palu 2 (PT2). The results indicate that the seabed of Palu Bay is characterized by an elongated basin with depths ranging from -400.18 m to -691.68 m, accompanied by relatively steep submarine slopes along both sides of the bay. The DoB analysis reveals that seabed morphological changes are spatially heterogeneous, with dominant bathymetric changes ranging from -19.03 m to -4.88 m. The PB1 and PB2 zones are dominated by erosion, with average bathymetric changes of -32.44 m and -22.06 m, respectively, while the MP1 zone represents a transitional area with an average change of 4.88 m. In contrast, the PS1, PT1, and PT2 zones are dominated by sedimentation, with average bathymetric changes of 15.27 m, 21.70 m, and 19.03 m, respectively. These findings indicate that post-tsunami seabed morphological changes in Palu Bay were strongly influenced by local geomorphological characteristics, sediment distribution, and the development of submarine slopes within each observation zone. Keywords: Palu Bay, 2018 tsunami, seabed morphology, bathymetry, Multibeam Echo Sounder (MBES), Difference of Bathymetry (DoB), erosion, sedimentation.



    SERVICES DESK