Janeng (dioscorea hispida dennst.) merupakan umbi lokal aceh yang berpotensi menjadi sumber pangan alternatif karena memiliki kandungan karbohidrat tinggi, namun pemanfaatannya masih terbatas akibat proses pengolahan, khususnya pengeringan, yang masih dilakukan secara tradisional sehingga bergantung pada cuaca, memerlukan waktu lama, dan berisiko mengalami kontaminasi. penggunaan pengering surya tipe efek rumah kaca (erk) terintegrasi fotovoltaik menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pengeringan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi ketebalan irisan janeng terhadap karakteristik pengeringan menggunakan pengering surya tipe efek rumah kaca (erk) terintegrasi fotovoltaik. penelitian ini dilakukan karena masih terbatasnya kajian mengenai pengeringan janeng menggunakan teknologi pengeringan erk, terutama dalam mengevaluasi pengaruh ketebalan irisan terhadap karakteristik pengeringan. penelitian dilaksanakan di pusat riset mekanisasi dan perbengkelan pertanian (pusmeptan) dan laboratorium pascapanen universitas syiah kuala menggunakan pengering surya erk terintegrasi fotovoltaik. penelitian di awali dengan melakukan pengujian tanpa beban untuk mengevaluasi kinerja alat, parameter yang di ukur adalah suhu ruang pengering dan lingkungan, kelembapan relatif (rh) ruang pengering dan lingkungan, serta iradiasi matahari. pengukuran dengan beban dilakukan pada bahan janeng dengan 3 variasi ketebalan irisan yaitu 1 mm, 1,5 mm, dan 2 mm. bahan dikeringkan hingga mencapai kadar air konstan. karakteristik pengeringan yang dikaji meliputi suhu ruang pengering dan lingkungan, kelembapan relatif (rh) ruang pengering dan lingkungan, iradiasi matahari, kecepatan udara, kadar air awal dan akhir dari bahan, laju pengeringan serta rendemen. hasil penelitian menunjukkan bahwa pengering surya erk terintegrasi fotovoltaik mampu menghasilkan suhu ruang pengering sebesar 40,4–49,6°c, lebih tinggi dibandingkan suhu lingkungan (25,7–30,2°c), dengan rh ruang pengering berkisar 36,7–58,5%. proses pengeringan berhasil menurunkan kadar air janeng dari 76,85–84,61% (bb) menjadi 10,12–12,45% (bb) sehingga telah memenuhi batas aman penyimpanan (
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGERINGAN JANENG (DIOSCOREA HISPIDA DENNST) BERDASARKAN VARIASI KETEBALAN IRISAN MENGGUNAKAN PENGERING SURYA EFEK RUMAH KACA TERINTEGRASI FOTOVOLTAIK. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2026
Baca Juga : KARAKTERISTIK PENGERINGAN IRISAN SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS) MENGGUNAKAN PENGERING SURYA KABINET (PASKAH LINA BONAULI DAMANIK, 2026)
Abstract
Janeng (Dioscorea hispida Dennst.) is a local tuber from Aceh that has the potential to be an alternative food source due to its high carbohydrate content. However, its utilization is still limited because the processing, especially drying, is still carried out traditionally. This conventional method depends on weather conditions, requires a long time, and has a high risk of contamination. The use of a Greenhouse Effect Solar Dryer (GESD) integrated with photovoltaic is one alternative to improve drying efficiency and product quality.This study aimed to determine the effect of janeng slice thickness variation on the drying characteristics using a Greenhouse Effect Solar Dryer (GESD) integrated with photovoltaic. This research was conducted due to the limited studies on janeng drying using GESD technology, particularly in evaluating the effect of slice thickness on drying characteristics.The research was conducted at the Center for Agricultural Mechanization and Workshop Research (PUSMEPTAN) and the Postharvest Laboratory of Universitas Syiah Kuala using a photovoltaic-integrated GESD. The study began with a no-load test to evaluate the dryer performance. The parameters measured were dryer and ambient temperature, dryer and ambient relative humidity (RH), and solar irradiation. The load test was conducted on janeng with 3 variations of slice thickness: 1 mm, 1.5 mm, and 2 mm. The material was dried until reaching a constant moisture content. The drying characteristics studied included dryer and ambient temperature, dryer and ambient RH, solar irradiation, air velocity, initial and final moisture content of the material, drying rate, and yield.The results showed that the photovoltaic-integrated GESD was able to produce a dryer temperature of 40.4–49.6°C, which was higher than the ambient temperature (25.7–30.2°C), with dryer RH ranging from 36.7–58.5%. The drying process successfully reduced the moisture content of janeng from 76.85–84.61% (wb) to 10.12–12.45% (wb), thus meeting the safe storage limit (
Baca Juga : ANALISIS KOMPOSISI KARBOHIDRAT PADA UMBI JANENG (DIOSCOREA HISPIDA DENNST) (ATHIFAH ALYA HUSNA, 2024)