Abstrak penelitian ini bertujuan menganalisis potensi ikan di wilayah perairan laut simeulue menggunakan citra satelit terra modis dan aqua modis. potensi perikanan simeulue yang besar belum dimanfaatkan secara optimal sehingga diperlukan metode yang mampu mengidentifikasi zona penangkapan ikan secara efektif. penelitian ini didasarkan pada teori penginderaan jauh, sistem informasi geografis (sig), serta hubungan parameter oseanografi berupa suhu permukaan laut (spl) dan konsentrasi klorofil-a terhadap distribusi ikan. metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif melalui studi literatur, pengolahan citra satelit menggunakan seadas, analisis spasial menggunakan arcgis dengan metode inverse distance weighting (idw), serta validasi menggunakan data dinas kelautan dan perikanan kabupaten simeulue dan wawancara nelayan. hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi klorofil-a berkisar antara 0,23–0,32 mg/m³ dan spl berkisar antara 29– 31°c selama april–september 2024. pemetaan menghasilkan zona potensi penangkapan ikan yang didominasi kategori potensi sedang hingga rendah, dengan beberapa area berpotensi tinggi pada wilayah barat daya dan selatan simeulue. validasi lapangan menunjukkan kesesuaian antara hasil analisis citra dengan lokasi penangkapan ikan, meskipun keberadaan rumpon, kondisi arus, dan pengalaman nelayan turut memengaruhi aktivitas penangkapan. penelitian ini membuktikan bahwa integrasi citra terra modis dan aqua modis efektif mendukung identifikasi zona potensi penangkapan ikan di perairan simeulue. kata kunci: terra modis, aqua modis, suhu permukaan laut, klorofil-a, zona potensi penangkapan ikan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS POTENSI IKAN DI WILAYAH PERAIRAN LAUT SIMEULUE MENGGUNAKAN SATELIT TERRA MODIS DAN AQUA MODIS. Banda Aceh Fakultas MIPA Informatika,2026
Baca Juga : KAJIAN COASTAL UPWELLING DI SELAT MALAKA DENGAN DATA ANGIN SELAMA BULAN JANUARI 2017 (Lismawinda, 2018)
Abstract
ABSTRACT This study aims to analyze fish potential in the waters of Simeulue using Terra MODIS and Aqua MODIS satellite imagery. Although Simeulue possesses significant fishery resources, their utilization remains suboptimal, requiring an effective approach to identify potential fishing zones. The study is based on the theories of remote sensing, Geographic Information Systems (GIS), and the relationship between oceanographic parameters, namely Sea Surface Temperature (SST) and chlorophyll-a concentration, with fish distribution. A descriptive quantitative approach was employed through literature review, satellite image processing using SeaDAS, spatial analysis with ArcGIS applying the Inverse Distance Weighting (IDW) method, and validation using fisheries data from the Simeulue Marine and Fisheries Office and interviews with local fishermen. The results indicate that chlorophyll-a concentrations ranged from 0.23 to 0.32 mg/m³, while SST ranged from 29°C to 31°C during April–September 2024. The generated Potential Fishing Zone maps were predominantly classified as moderate to low potential, with several high-potential areas identified in the southwestern and southern waters of Simeulue. Field validation confirmed a good agreement between satellite-based analysis and actual fishing locations, although fish aggregating devices, ocean currents, and fishermen's experience also influenced fishing activities. The study demonstrates that integrating Terra MODIS and Aqua MODIS imagery effectively supports the identification of potential fishing zones in Simeulue waters. Keywords: Terra MODIS, Aqua MODIS, Sea Surface Temperature, Chlorophyll-a, Potential Fishing Zone.
Baca Juga : PENGARUH SUHU PERMUKAAN LAUT TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN TUNA SIRIP KUNING DI TPI IE MEULEE KOTA SABANG (PUTRI MARNI, 2023)