Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Hafizha Sukma, POTENSI PENGEMBANGAN KAWASAN TRANSMIGRASI SAMAR KILANG BERBASIS KEMAMPUAN LAHAN UNTUK MENUNJANG PERTUMBUHAN WILAYAH DI KABUPATEN BENER MERIAH. Banda Aceh Fakultas Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota,2026

Penyelenggaraan transmigrasi di indonesia saat ini diposisikan sebagai instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan wilayah dan pemerataan ekonomi, terutama di daerah tertinggal. kawasan transmigrasi samar kilang di kabupaten bener meriah, provinsi aceh memiliki peran sebagai penggerak ekonomi pedalaman melalui optimalisasi sektor agrobisnis. pengembangan satuan kawasan pengembangan (skp) a saat ini menghadapi tantangan berupa belum optimalnya pemanfaatan potensi lahan akibat belum tersedianya arahan pengembangan kawasan yang berbasis pada kemampuan fisik lahan. kondisi tersebut menyebabkan pemanfaatan ruang belum berjalan secara optimal sehingga belum mampu mendorong pertumbuhan wilayah secara maksimal. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan skp a berdasarkan kemampuan lahan serta merumuskan rekomendasi pengembangan kawasan yang mampu menunjang pertumbuhan wilayah kabupaten bener meriah. penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif spasial dengan memanfaatkan sistem informasi geografis (sig). analisis yang dilakukan meliputi analisis satuan kemampuan lahan (skl), analisis kesesuaian lahan, serta analisis daya dukung dan daya tampung lahan yang diintegrasikan sebagai dasar penyusunan rekomendasi pengembangan kawasan. hasil penelitian menunjukkan bahwa dari luas wilayah skp a sebesar 8.601,2 ha, sekitar 2.942,7 ha (34,22%) termasuk dalam kelas kemampuan pengembangan sedang yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan budidaya dan permukiman. analisis daya dukung dan daya tampung menunjukkan bahwa kawasan masih memiliki kapasitas pengembangan permukiman seluas 1.471,85 ha dengan daya tampung penduduk mencapai 50 jiwa/ha. temuan tersebut menunjukkan bahwa skp a masih memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan melalui pemanfaatan ruang yang disesuaikan dengan kemampuan lahannya. berdasarkan hasil integrasi ketiga analisis tersebut, penelitian ini menghasilkan rekomendasi pengembangan kawasan berupa arahan pemanfaatan ruang, pengembangan permukiman, kegiatan budidaya, dan fasilitas pelayanan yang disesuaikan dengan karakteristik fisik lahan. rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan rencana satuan kawasan pengembangan (r-skp) sekaligus mendukung pengembangan kawasan transmigrasi samar kilang sebagai pusat pertumbuhan wilayah baru di kabupaten bener meriah. kata kunci: kawasan transmigrasi, kemampuan lahan, pengembangan kawasan, pertumbuhan wilayah, sistem informasi geografis. penyelenggaraan transmigrasi di indonesia saat ini diposisikan sebagai instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan wilayah dan pemerataan ekonomi, terutama di daerah tertinggal. kawasan transmigrasi samar kilang di kabupaten bener meriah, provinsi aceh memiliki peran sebagai penggerak ekonomi pedalaman melalui optimalisasi sektor agrobisnis. pengembangan satuan kawasan pengembangan (skp) a saat ini menghadapi tantangan berupa belum optimalnya pemanfaatan potensi lahan akibat belum tersedianya arahan pengembangan kawasan yang berbasis pada kemampuan fisik lahan. kondisi tersebut menyebabkan pemanfaatan ruang belum berjalan secara optimal sehingga belum mampu mendorong pertumbuhan wilayah secara maksimal. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan skp a berdasarkan kemampuan lahan serta merumuskan rekomendasi pengembangan kawasan yang mampu menunjang pertumbuhan wilayah kabupaten bener meriah. penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif spasial dengan memanfaatkan sistem informasi geografis (sig). analisis yang dilakukan meliputi analisis satuan kemampuan lahan (skl), analisis kesesuaian lahan, serta analisis daya dukung dan daya tampung lahan yang diintegrasikan sebagai dasar penyusunan rekomendasi pengembangan kawasan. hasil penelitian menunjukkan bahwa dari luas wilayah skp a sebesar 8.601,2 ha, sekitar 2.942,7 ha (34,22%) termasuk dalam kelas kemampuan pengembangan sedang yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan budidaya dan permukiman. analisis daya dukung dan daya tampung menunjukkan bahwa kawasan masih memiliki kapasitas pengembangan permukiman seluas 1.471,85 ha dengan daya tampung penduduk mencapai 50 jiwa/ha. temuan tersebut menunjukkan bahwa skp a masih memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan melalui pemanfaatan ruang yang disesuaikan dengan kemampuan lahannya. berdasarkan hasil integrasi ketiga analisis tersebut, penelitian ini menghasilkan rekomendasi pengembangan kawasan berupa arahan pemanfaatan ruang, pengembangan permukiman, kegiatan budidaya, dan fasilitas pelayanan yang disesuaikan dengan karakteristik fisik lahan. rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan rencana satuan kawasan pengembangan (r-skp) sekaligus mendukung pengembangan kawasan transmigrasi samar kilang sebagai pusat pertumbuhan wilayah baru di kabupaten bener meriah. kata kunci: kawasan transmigrasi, kemampuan lahan, pengembangan kawasan, pertumbuhan wilayah, sistem informasi geografis.



Abstract

Transmigration in Indonesia is currently positioned as a strategic instrument for promoting regional development and achieving more equitable economic growth, particularly in underdeveloped areas. The Samar Kilang Transmigration Area in Bener Meriah Regency, Aceh Province, serves as a potential driver of inland economic development through the optimization of the agribusiness sector. However, the development of Development Unit Area (Satuan Kawasan Pengembangan/SKP) A has not been fully optimized due to the absence of development directives based on land capability. As a result, land utilization has not been aligned with the physical characteristics of the area, limiting its contribution to regional growth. This study aims to analyze the development potential of SKP A based on land capability and to formulate development recommendations that support regional growth in Bener Meriah Regency. This study employed a quantitative spatial approach using a Geographic Information System (GIS). The analysis integrated Land Capability Unit (Satuan Kemampuan Lahan/SKL) Analysis, Land Suitability Analysis, and Land Carrying Capacity and Land Capacity Analysis as the basis for formulating development recommendations. The results indicate that, of the total 8,601.2 ha study area, approximately 2,942.7 ha (34.22%) fall within the moderate land development capability class, making these areas suitable for agricultural and residential development. Furthermore, the land carrying capacity and land capacity analyses reveal that the area still has the capacity to accommodate residential development over 1,471.85 ha, with a population carrying capacity of 50 persons per hectare. These findings demonstrate that SKP A has considerable potential for further development through land utilization that is consistent with its physical characteristics and development capability. Based on the integration of the three analyses, this study proposes development recommendations in the form of land-use directives, residential development, agricultural activities, and public service facilities tailored to the physical characteristics of the land. These recommendations are expected to serve as a reference for preparing the Development Unit Area Plan (Rencana Satuan Kawasan Pengembangan/R-SKP) and to support the development of the Samar Kilang Transmigration Area as a new regional growth center in Bener Meriah Regency. Keywords: Transmigration Area, Land Capability, Regional Development, Regional Growth, Geographic Information Systems.



    SERVICES DESK