Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
DALIL ARRAYAN, PERANCANGAN RUMAH SAKIT NEUROLOGI DI BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik Arsitektur,2026

Gangguan neurologi merupakan salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas jangka panjang di dunia yang berdampak pada fungsi motorik, sensorik, dan kognitif pasien. di provinsi aceh, prevalensi stroke termasuk yang tertinggi di indonesia berdasarkan riskesdas 2018, sementara pelayanan neurologi masih terpusat pada rumah sakit umum sehingga belum mampu mengakomodasi kebutuhan penanganan dan rehabilitasi secara komprehensif. kondisi tersebut mengakibatkan sebagian pasien harus dirujuk ke luar daerah, yang berdampak pada meningkatnya biaya pengobatan, keterlambatan penanganan, serta menurunnya kualitas pelayanan kesehatan. selain keterbatasan fasilitas, karakteristik pasien neurologi yang memiliki kebutuhan ruang dan lingkungan berbeda menunjukkan perlunya pendekatan arsitektur yang mampu mendukung proses penyembuhan secara menyeluruh. perancangan ini bertujuan merancang rumah sakit khusus neurologi tipe b di banda aceh dengan konsep hospital as a healing place yang diterapkan melalui pendekatan healing environment. konsep tersebut diterjemahkan ke dalam rancangan yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan medis, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang mendukung pemulihan fisik, psikologis, dan sosial pasien melalui pengelolaan ruang, kualitas lingkungan binaan, serta pengalaman ruang yang lebih manusiawi. proses perancangan dilakukan melalui studi literatur, analisis karakteristik pasien neurologi, standar perumahsakitan nasional, studi preseden, analisis kebutuhan ruang, serta sintesis konsep sebagai dasar pengambilan keputusan desain. hasil perancangan berupa rumah sakit khusus neurologi yang menerapkan organisasi ruang berdasarkan karakteristik kebutuhan pasien, sistem sirkulasi yang jelas dan terintegrasi, optimalisasi pencahayaan alami dan penghawaan, penerapan healing garden sebagai pusat orientasi ruang, serta penyediaan lingkungan yang mendukung rehabilitasi dan interaksi pasien dengan keluarga. pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan neurologi sekaligus memberikan pengalaman ruang yang lebih nyaman, aman, dan mendukung proses penyembuhan. perancangan ini juga diharapkan menjadi salah satu referensi dalam pengembangan fasilitas pelayanan neurologi di provinsi aceh.


Baca Juga : PERANCANGAN RUMAH SAKIT KANKER DI BANDA ACEH (KHAIRI ALMAFTUH NASUTION, 2025)


Abstract

Neurological disorders have become one of the leading causes of disability and mortality worldwide, with stroke, Parkinson's disease, epilepsy, dementia, and other neurological conditions showing an increasing prevalence in Indonesia. Despite the growing number of patients, healthcare facilities that specifically provide integrated neurological services remain limited, particularly in Aceh Province. This condition highlights the need for a specialized neurological hospital capable of delivering comprehensive medical services while creating an environment that supports patients' physical, psychological, and emotional recovery. This final project proposes the design of a Type B Specialized Neurology Hospital in Banda Aceh by adopting the Healing Environment concept as the primary design approach. The design process employs a qualitative method through literature review, precedent studies, site analysis, and analysis of users' spatial requirements. The concept emphasizes the integration of natural elements into the built environment to reduce stress, improve comfort, and support the rehabilitation process of neurological patients. The design integrates therapeutic landscapes through a central courtyard, healing gardens, vertical healing gardens on roof gardens, natural lighting, cross ventilation, visual connectivity to green spaces, and intuitive spatial organization to enhance user orientation and accessibility. Functional zoning is organized into public, semi-public, and private areas, while circulation systems are designed to improve efficiency and minimize conflicts between patients, visitors, medical staff, and service activities. The resulting design is expected to provide a healthcare facility that not only fulfills medical and functional requirements but also promotes a holistic healing experience. By integrating architectural design with therapeutic environmental principles, the proposed hospital contributes to improving healthcare quality while supporting patient recovery and overall well-being.



    SERVICES DESK