Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kefir ke dalam air minum terhadap mikroba usus burung puyuh petelur (coturnix coturnix japonica) melalui pengamatan jumlah bakteri asam laktat (bal), escherichia coli, salmonella spp., dan nilai ph usus. tempat penelitian dilaksanakan di laboratorium lapangan peternakan dan laboratorium ilmu dan teknologi pengolahan susu, departemen peternakan, fakultas pertanian, universitas syiah kuala, darussalam, banda aceh. metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (ral) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu p0− (air minum tanpa kefir dan antibiotik), p0+ (antibiotik tetrachlor 2%), p1 (kefir optima 5%), dan p2 (kefir whey 5%), dengan total 128 ekor burung puyuh petelur fase dara yang dipelihara selama 60 hari. hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kefir cenderung meningkatkan populasi bal dibandingkan kontrol negatif. perlakuan kefir whey (p2) paling efektif dalam menekan populasi e. coli hingga 2,0 × 10⁴ cfu/ml, lebih rendah dibandingkan perlakuan antibiotik (p0+) sebesar 6,0 × 10⁵ cfu/ml, sedangkan kefir optima (p1) menghasilkan nilai ph usus terendah sebesar 6,48 yang mengindikasikan peningkatan aktivitas fermentasi bakteri asam laktat di saluran pencernaan. pada parameter salmonella spp., pemberian kefir belum menunjukkan penekanan yang optimal, yang diduga dipengaruhi oleh karakteristik biologis salmonella spp. yang lebih adaptif dalam bertahan di saluran pencernaan dibandingkan e. coli. berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemberian kefir melalui air minum berpengaruh terhadap kondisi mikroba usus burung puyuh petelur, di mana kefir whey efektif menekan e. coli dan kefir optima mampu menurunkan ph usus sehingga menciptakan lingkungan saluran pencernaan yang lebih kondusif bagi pertumbuhan bakteri menguntungkan. disarankan penelitian lebih lanjut dilakukan dengan variasi dosis yang lebih luas, penambahan parameter performa produksi dan kualitas telur, serta perpanjangan lama pemberian kefir agar manfaatnya terhadap produktivitas burung puyuh petelur
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PEMBERIAN KEFIR KE DALAM AIR MINUM TERHADAP MIKROBA USUS PADA BURUNG PUYUH PETELUR (COTURNIX COTURNIX JAPONICA). Banda Aceh Fakultas Pertanian Peternakan (S1),2026
Baca Juga : PENGARUH PERSILANGAN PUYUH HYBRID DENGAN PUYUH JEPANG (COTURNIX CORTUNIX JAPONICA) TERHADAP PRODUKSI TELUR (Jainuddin Ali, 2019)
Abstract
This study aimed to determine the effect of kefir in drinking water on the gut microbiota of laying quail (Coturnix coturnix japonica) by observing the number of lactic acid bacteria (LAB), Escherichia coli, Salmonella spp., and intestinal pH values. The study was conducted at the Animal Husbandry Field Laboratory and the Dairy Processing Science and Technology Laboratory, Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh. The research method used was an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and four replications: P0− (drinking water without kefir and antibiotics), P0+ (2% Tetrachlor antibiotic), P1 (5% Kefir Optima), and P2 (5% Kefir Whey), with a total of 128 laying quail in the weaning phase raised for 60 days. The results showed that kefir administration tended to increase the LAB population compared to the negative control. Kefir Whey (P2) treatment was most effective in suppressing the E. coli population to 2.0 × 10⁴ CFU/ml, lower than the antibiotic treatment (P0+) at 6.0 × 10⁵ CFU/ml. Kefir Optima (P1) produced the lowest intestinal pH value at 6.48, indicating increased lactic acid bacteria fermentation activity in the digestive tract. For Salmonella spp., kefir administration did not show optimal suppression, possibly due to the biological characteristics of Salmonella spp., which are more adaptive in surviving in the digestive tract than E. coli. Based on the research results, it can be concluded that administering kefir through drinking water affects the intestinal microbial conditions of laying quail. Kefir Whey effectively suppresses E. coli and Kefir Optima is able to lower intestinal pH, creating a more conducive digestive tract environment for the growth of beneficial bacteria. Further research is recommended with a wider range of doses, additional parameters for production performance and egg quality, and an extended duration of kefir administration to maximize its benefits on laying quail productivity.
Baca Juga : PERBEDAAN KUALITAS TELUR TETAS DAN DOQ AKIBAT PENGARUH PERLAKUAN KAWIN SILANG PADA PUYUH HYBRID (NAILIS SALSABILA, 2019)