Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Vela Santia, IDENTIFIKASI KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DAN PENILAIAN KERENTANAN SOSIAL DI DAERAH RURAL URBAN FRINGE DI BANDA ACEH - ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Pertanian Agribisnis (S1),2026

Perubahan penggunaan lahan yaitu ketika fungsi lahan digunakan untuk tujuan lain, yang berdampak negatif pada lahan atau lingkungannya. pertumbuhan penduduk yang tinggi merupakan salah satu penyebabnya. pertumbuhan yang terjadi akan berdampak pada masyarakat secara sosial dan ekonomi, seperti berubahnya struktur sosial dan munculnya kerentanan sosial. perubahan ekonomi juga terjadi, seperti masyarakat yang sebelumnya bekerja di sektor pertanian akan kehilangan pekerjaan mereka atau harus beralih ke sektor lain, yang membuat mereka menghadapi kesulitan ekonomi. kondisi ini juga terjadi di banda aceh. di wilayah rural urban fringe di banda aceh, perubahan penggunaan lahan dari sektor pertanian ke sektor industri, jasa, dan perdagangan menjadi semakin menonjol dalam beberapa tahun terakhir. tujuan dari penelitian ini yaitu untuk (i) mengidentifikasi kondisi kerentanan ekonomi masyarakat di daerah rural urban fringe di banda aceh dan (ii) mengidentifikasi kondisi kerentanan sosial masyarakat di daerah rural urban fringe di banda aceh. metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisi deskriptif. metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul. berbagai macam metode dalam memodelkan kerentanan sosial telah dikembangkan, salah satunya adalah model sosial vulnerability index (svi). langkah pertama dalam menghitung indeks kerentanan sosial adalah menormalisasi data lapangan, kemudian nilai normalisasi dapat dihitung indeksnya. hasil perhitungan indeks kerentanan sosial komponen exposure, sensivity, dan adaptive capacity berkisar antara 0,00 – 1,00. nilai mendekati 1 berarti menjelaskan komponen tersebut berkontribusi tinggi. secara keseluruhan, nilai indeks kerentanan ekonomi sebesar 0,37 menunjukkan bahwa tingkat kerentanan ekonomi masyarakat tergolong sedang mendekati rendah. secara keseluruhan, nilai indeks kerentanan sosial sebesar 0,66 menunjukkan bahwa masyarakat di daerah rural-urban fringe banda aceh aceh besar berada pada tingkat kerentanan sosial sedang menuju tinggi.



Abstract

Land use change occurs when land is used for other purposes, which negatively impacts the land or its environment. High population growth is one cause. This growth impacts the community socially and economically, such as changing social structures and the emergence of social vulnerabilities. Economic changes also occur, such as people previously working in the agricultural sector losing their jobs or having to shift to other sectors, which can lead to economic hardship. This situation also occurs in Banda Aceh. In the rural-urban fringe area of ​​Banda Aceh, land use changes from agriculture to industry, services, and trade have become increasingly prominent in recent years. The objectives of this study are to (i) identify the economic vulnerability of communities in the rural-urban fringe area of ​​Banda Aceh and (ii) identify the social vulnerability of communities in the rural-urban fringe area of ​​Banda Aceh. The data analysis method used in this study is descriptive analysis. The descriptive method is a method used to analyze data by describing or depicting the collected data. Various methods for modeling social vulnerability have been developed, one of which is the Social Vulnerability Index (SVI) model. The first step in calculating the social vulnerability index is to normalize the field data. Then, using the normalized value, the index can be calculated. The calculated social vulnerability index for the Exposure, Sensitivity, and Adaptive Capacity components ranges from 0.00 to 1.00. A value closer to 1 indicates that the component contributes significantly. Overall, an economic vulnerability index value of 0.37 indicates that the community's level of economic vulnerability is moderate approaching low. Overall, a social vulnerability index value of 0.66 indicates that communities in the rural-urban fringe of Banda Aceh and Aceh Besar are at a moderate to high level of social vulnerability.

Baca Juga : ANALISIS KERENTANAN BANJIR DI DAS KRUENG PASE (Erma Yustika, 2024)



    SERVICES DESK