Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas unggulan subsektor tanaman pangan yang memiliki keunggulan komparatif dan daya saing di provinsi aceh serta merumuskan strategi pengembangannya. penelitian dilaksanakan di provinsi aceh dengan menggunakan data time series tahun 2015–2025. sumber data yang digunakan terdiri atas data sekunder yang diperoleh dari badan pusat statistik (bps) aceh, bps republik indonesia, serta instansi terkait, dan data primer yang diperoleh melalui wawancara serta penyebaran kuesioner kepada para pakar yang berasal dari bappeda aceh, dinas pertanian dan perkebunan aceh, dinas pangan aceh, dan akademisi. metode analisis yang digunakan meliputi location quotient (lq) untuk mengidentifikasi komoditas basis, shift share analysis (ssa) untuk menganalisis daya saing dan pertumbuhan komoditas, serta analisis swot dan quantitative strategic planning matrix (qspm) untuk merumuskan dan menentukan prioritas strategi pengembangan. hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas padi merupakan satu-satunya komoditas unggulan subsektor tanaman pangan di provinsi aceh yang memiliki keunggulan komparatif (lq > 1) dan daya saing positif berdasarkan hasil analisis shift share. sementara itu, komoditas jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, dan ubi jalar belum termasuk kategori komoditas unggulan sehingga memerlukan upaya pengembangan lebih lanjut. hasil analisis swot menunjukkan bahwa pengembangan subsektor tanaman pangan berada pada kuadran iv (strategi defensif/wt), yang mengindikasikan bahwa kelemahan internal dan ancaman eksternal masih lebih dominan. berdasarkan analisis qspm, prioritas strategi yang direkomendasikan adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani melalui pelatihan dan pendampingan teknologi pertanian adaptif terhadap perubahan iklim, diikuti dengan optimalisasi pemanfaatan lahan, penguatan hilirisasi hasil pertanian, peningkatan akses pembiayaan usaha tani, serta penguatan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN SUBSEKTOR TANAMAN PANGAN DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA DI PROVINSI ACEH. Banda Aceh program Study Magister Agribisnis Fak. Pertanian Unsyiah,2026
Baca Juga : ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN PERKEBUNAN DI KABUPATEN ACEH SELATAN (Linda Santri, 2014)
Abstract
**Translation (Academic English):** This study aims to identify the leading food crop commodities with comparative advantage and competitiveness in Aceh Province and to formulate appropriate development strategies. The research was conducted in Aceh Province using time-series data from 2015 to 2025. The data consisted of secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) of Aceh, Statistics Indonesia (BPS), and other relevant institutions, as well as primary data collected through interviews and questionnaire surveys administered to experts from the Aceh Regional Development Planning Agency (Bappeda Aceh), the Aceh Agriculture and Plantation Office, the Aceh Food Agency, and academia. The analytical methods employed included the **Location Quotient (LQ)** to identify basic (leading) commodities, **Shift Share Analysis (SSA)** to examine the competitiveness and growth of commodities, and **SWOT Analysis** together with the **Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM)** to formulate and prioritize development strategies. The findings indicate that **rice** is the only leading food crop commodity in Aceh Province that possesses both a comparative advantage (LQ > 1) and positive competitiveness based on the Shift Share Analysis. Meanwhile, **corn, soybean, peanut, mung bean, cassava, and sweet potato** have not yet been classified as leading commodities and therefore require further development efforts. The SWOT analysis reveals that the development of the food crops subsector falls within **Quadrant IV (Defensive/WT Strategy)**, indicating that internal weaknesses and external threats remain more dominant than strengths and opportunities. Based on the QSPM analysis, the highest-priority strategy is to **enhance farmers' human resource capacity through training and extension programs on climate-adaptive agricultural technologies**, followed by **optimizing agricultural land utilization, strengthening agricultural downstream industries (agro-industrial development), improving access to agricultural financing, and reinforcing the protection of sustainable agricultural land (LP2B)**. These strategies are expected to improve the competitiveness of the food crops subsector and support sustainable agricultural development in Aceh Province.
Baca Juga : ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN DI KABUPATEN PIDIE (STUDI KASUS SUB-SEKTOR TANAMAN PANGAN & HORTIKULTURA) (Rahmi, 2020)