Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
ANNA MUTIARA ZAIRANI, ANALISIS KEMOTAKSONOMI BUAH JERNANG (CALAMUS SPP.) MENGGUNAKAN METODE GC-MS. Banda Aceh Fakultas mipa,2026

Jernang (calamus spp.) merupakan hasil hutan bukan kayu bernilai ekonomi tinggi yang dimanfaatkan sebagai pewarna alami dan obat tradisional, dengan kandungan metabolit sekunder yang bervariasi akibat faktor lingkungan dan asal geografis. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil metabolit sekunder buah jernang dari aceh utara dan bener meriah menggunakan gc-ms serta mengkaji variasinya secara kemotaksonomi melalui pendekatan deskriptif eksploratif. hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 51 senyawa metabolit sekunder berhasil diidentifikasi, dengan 37 senyawa pada aceh utara dan 37 senyawa pada bener meriah, namun hanya 40 senyawa yang digunakan dalam analisis karena menunjukkan variasi antar sampel. profil metabolit didominasi oleh senyawa fenolik, dengan 23 senyawa ditemukan pada seluruh sampel. secara spesifik, terdapat 11 senyawa inti yang konsisten muncul pada semua sampel, serta variasi senyawa unik pada tiap sampel, pada aceh utara 2 senyawa pelepah coklat, 1 senyawa pelepah hijau, dan 6 senyawa pelepah kuning, sedangkan pada bener meriah 3 senyawa pelepah coklat, 4 senyawa pelepah hijau, dan 6 senyawa pelepah kuning. analisis kemotaksonomi menunjukkan bahwa sampel aceh utara coklat dan hijau memiliki tingkat kemiripan tertinggi (0,85), sehingga profil metabolit sekunder jernang berpotensi sebagai penanda kemotaksonomi yang mencerminkan perbedaan karakter dan asal geografis tanaman.


Baca Juga : ANALISIS FENETIK KELOMPOK ROTAN JERNANG (CALAMUS SPP.) DARI SUMATRA (Helmi Darmawan Salihin, 2024)


Abstract

Jernang (Calamus spp.) is a non-timber forest product with high economic value, widely utilized as a natural dye and traditional medicine, with secondary metabolite contents that vary due to environmental factors and geographic origin. This study aimed to analyze the secondary metabolite profile of jernang fruit from Aceh Utara and Bener Meriah using GC-MS and to examine its variation through chemotaxonomic analysis using a descriptive exploratory approach. The results showed that a total of 51 secondary metabolite compounds were successfully identified, with 37 compounds from Aceh Utara and 37 from Bener Meriah; however, only 40 compounds were used in the analysis due to their variability among samples. The metabolite profile was dominated by phenolic compounds, with 23 compounds detected in all samples. Specifically, 11 core compounds were consistently present across all samples, along with variations of unique compounds in each sample (Aceh Utara: 2 in brown sheath, 1 in green sheath, and 6 in yellow sheath; Bener Meriah: 3 in brown sheath, 4 in green sheath, and 6 in yellow sheath). Chemotaxonomic analysis indicated that the brown and green samples from Aceh Utara exhibited the highest similarity (0.85), suggesting that the secondary metabolite profile of jernang can serve as an effective chemotaxonomic marker reflecting differences in plant characteristics and geographic origin.



    SERVICES DESK