Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
MUZZAMMIL, ANALISIS TINGKAT KEMATANGAN PENERAPAN BUILDING INFORMATION MODELLING PADA PERUSAHAAN KONSTRUKSI DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik,2026

Building information modelling (bim) merupakan sistem digital yang mengintegrasikan berbagai disiplin kerja dalam satu model terkoordinasi guna mendukung proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan proyek konstruksi. meskipun penggunaan bim di indonesia telah berkembang dan diwajibkan secara nasional melalui peraturan menteri pupr nomor 22/prt/m/2018 tentang pembangunan bangunan gedung negara, tingkat penerapannya masih belum merata di seluruh wilayah, termasuk di kota banda aceh. studi ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan tingkat kematangan penerapan bim pada perusahaan konstruksi kualifikasi menengah dan besar di kota banda aceh menggunakan model ibim wedge yang dikembangkan oleh bew dan richards. metode studi yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik sensus, melibatkan 9 perusahaan konstruksi yang terdiri dari 4 perusahaan kualifikasi menengah dan 5 perusahaan kualifikasi besar. data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang disebarkan secara luring dan daring kepada perwakilan setiap perusahaan. analisis dilakukan berdasarkan lima indikator, yaitu kolaborasi stakeholder pada proyek konstruksi, model gambar dan desain, akses model desain, modifikasi desain, dan metode distribusi desain. hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 9 perusahaan yang diteliti, 5 perusahaan berada pada level 0, 3 perusahaan pada level 1, dan 1 perusahaan pada level 2. tidak ada perusahaan yang mencapai level 3. nilai rata-rata keseluruhan adalah 0,53, yang masuk ke dalam rentang level 1 berdasarkan kriteria interpretasi skor mean. temuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan konstruksi di kota banda aceh masih berada pada tahap awal penerapan bim.



Abstract

Building Information Modelling (BIM) is a digital system that integrates various work disciplines into a single coordinated model to support the planning, execution, and management of construction projects. Although BIM adoption in Indonesia has progressed and is nationally mandated through Minister of Public Works and Housing (PUPR) Regulation No. 22/PRT/M/2018 on State Building Construction, its implementation remains uneven across regions, including in Banda Aceh. This study aimed to analyze and map the BIM implementation maturity level of medium and large qualification construction companies in Banda Aceh using the iBIM Wedge model developed by Bew and Richards. A descriptive quantitative method with a census technique was employed, involving 9 construction companies comprising 4 medium qualification and 5 large qualification firms. Data were collected through closed ended questionnaires distributed both offline and online to representatives of each company. The analysis was conducted based on five indicators, namely stakeholder collaboration in construction projects, drawing and design models, design model accessibility, design modification, and design distribution methods. The results indicate that of the 9 companies studied, 5 were at Level 0, 3 at Level 1, and 1 at Level 2. No company reached Level 3. The overall mean score was 0.53, falling within the Level 1 range based on mean score interpretation criteria. These findings suggest that construction companies in Banda Aceh are still in the early stages of BIM implementation.



    SERVICES DESK