Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
ENGI SALSABILA G, POTENSI EKSTRAK DAUN CENGKEH (SYZYGIUM AROMATICUM (L.) SEBAGAI PENGENDALI LARVA MIASIS SECARA IN VIRO. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Hewan,2026

Miasis merupakan penyakit yang dapat mengakibatkan kerugian ekonomi signifikan dalam peternakan, termasuk penurunan produksi susu dan daging. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun cengkeh (syzygium aromaticum (l.)) sebagai larvasida terhadap larva musca domestica penyebab miasis pada stadium awal (instar i–ii) dan stadium akhir (instar iii) secara in vitro. penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima kelompok perlakuan, yaitu ekstrak daun cengkeh konsentrasi 0,5%, 1%, dan 2%, kontrol negatif (aquadest), serta kontrol positif (dichlofenthion 1%). ekstrak daun cengkeh diperoleh menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. sebanyak 600 ekor larva musca domestica yang terdiri atas 300 larva stadium awal dan 300 larva stadium akhir digunakan dalam penelitian ini. setiap perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan menggunakan metode perendaman (dipping method). parameter yang diukur meliputi mortalitas larva pada jam ke-1, ke-2, ke-4, dan ke-24 setelah perlakuan. data dianalisis menggunakan uji one way anova yang dilanjutkan dengan uji duncan. hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun cengkeh memiliki aktivitas larvasida yang signifikan, dengan konsentrasi 2% mencapai mortalitas 100% dalam waktu 24 jam. larva stadium awal menunjukkan tingkat kematian yang lebih tinggi dibandingkan larva stadium akhir. senyawa aktif dalam daun cengkeh, seperti eugenol, flavonoid, saponin, dan tanin, diduga berperan dalam menyebabkan kematian larva. disimpulkan bahwa ekstrak daun cengkeh berpotensi sebagai larvasida nabati yang efektif dan ramah lingkungan dalam pengendalian larva penyebab miasis.



Abstract

Myiasis is a disease that can result in significant economic losses in livestock, including decreased milk and meat production. This study aims to determine the effectiveness of clove leaf extract (Syzygium aromaticum (L.)) as a larvicide against Musca domestica larvae causing myiasis in the early stage (instar I–II) and late stage (instar III) in vitro. The research used a completely randomized design with five treatment groups, namely clove leaf extract concentrations of 0.5%, 1%, and 2%, a negative control (aqua dest), and a positive control (Dichlofenthion 1%). The clove leaf extract was obtained using the maceration method with 96% ethanol as the solvent. A total of 600 Musca domestica larvae, consisting of 300 early-stage larvae and 300 late-stage larvae, were used in this study. Each treatment was repeated three times using the dipping method. The parameters measured included larval mortality at 1, 2, 4, and 24 hours after treatment. Data were analyzed using One Way ANOVA followed by Duncan's test. The results showed that clove leaf extract has significant larvicidal activity, with a concentration of 2% achieving 100% mortality within 24 hours. Early-stage larvae exhibited a higher mortality rate compared to late-stage larvae. Active compounds in clove leaves, such as eugenol, flavonoids, saponins, and tannins, are suspected to play a role in causing larval death. It is concluded that clove leaf extract has the potential to be an effective and environmentally friendly plant larvicide in controlling larvae causing myiasis.



    SERVICES DESK