Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
AMIRUL HUSIN SIREGAR, KAJIAN KONFLIK MANUSIA DAN GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS) DI DESA KARANG AMPAR KECAMATAN KETOL KABUPATEN ACEH TENGAH. Banda Aceh Fakultas Pertanian Kehutanan,2026

Abstrak. konflik antara manusia dan gajah sumatera merupakan permasalahan yang semakin sering terjadi seiring dengan meningkatnya aktivitas manusia di sekitar habitat alami gajah. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab konflik antara manusia dan gajah sumatera, bentuk-bentuk konflik yang terjadi dan mengetahui upaya mitigasi konflik yang dilakukan oleh masyarakat di desa karang ampar kecamatan ketol kabupaten aceh tengah. metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipatif dan wawancara kepada tokoh adat, masyarakat lokal, komunitas lokal tim pengaman flora dan fauna (tpff) desa karang ampar, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. hasil penelitian menunjukkan faktor penyebab terjadinya konflik antara manusia dan gajah sumatera di desa karang ampar adalah akibat penyempitan habitat gajah sumatera, tingkat kesukaan gajah sumatera terhadap jenis tanaman masyarakat dan jarak permukiman masyarakat dengan kawasan hutan. bentuk-bentuk konflik yang terjadi diantaranya kerusakan tanaman/kebun, kerusakan rumah/gubuk, korban jiwa manusia dan juga kematian bagi gajah sumatera. upaya mitigasi konflik yang dilakukan masyarakat desa karang ampar diantaranya melakukan penggiringan gajah kembali ke hutan, pemasangan kawat kejut, membuat parit, pemasangan alarm pendeteksi kehadiran gajah, membuat rumah pohon, serta menyalakan musik/radio di pondok kebun tanpa henti. kata kunci : konflik manusia-gajah, gajah sumatera, desa karang ampar



Abstract

Abstract. Conflict between humans and Sumatran elephants is an increasingly common problem as human activities around the elephant's natural habitat increase. This study aims to determine the factors causing conflict between humans and Sumatran elephants, the forms of conflict that occur and to determine the conflict mitigation efforts carried out by the community in Karang Ampar Village, Ketol District, Central Aceh Regency. The data collection method was carried out through participatory observation and interviews with traditional leaders, local communities, the local community of the Flora and Fauna Protection Team (TPFF) of Karang Ampar Village, then analyzed descriptively qualitatively. The results of the study indicate that the factors causing conflict between humans and Sumatran elephants in Karang Ampar Village are due to the narrowing of Sumatran elephant habitat, the level of Sumatran elephants' preference for community plant types and the distance of community settlements from forest areas. The forms of conflict that occurred include damage to crops/gardens, damage to houses/huts, human casualties and also deaths of Sumatran elephants. The conflict mitigation efforts carried out by the Karang Ampar Village community include herding elephants back into the forest, installing shock wires, digging ditches, installing alarms to detect the presence of elephants, building tree houses, and playing music/radio in the garden huts non-stop. Keywords: Human-Elephant Conflict, Sumatran Elephant, Karang Ampar Village



    SERVICES DESK