Penelitian ini berjudul "analisis tingkat kepuasan nelayan dalam hubungan patron-klien di kabupaten aceh besar". penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan nelayan dalam hubungan patron–klien serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan tersebut, yaitu pendapatan, durasi hubungan, dan keamanan ekonomi. penelitian dilaksanakan di kabupaten aceh besar dengan pendekatan kuantitatif melalui metode survei. pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling terhadap nelayan yang memenuhi kriteria penelitian. data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan wawancara, serta data sekunder yang berasal dari berbagai instansi dan literatur pendukung. analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan tingkat kepuasan nelayan, sedangkan pengaruh faktor-faktor yang diteliti dianalisis menggunakan regresi logistik ordinal. sebelum dilakukan analisis, instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dilakukan pengujian kelayakan model melalui model fitting information, goodness of fit, pseudo r-square, dan test of parallel lines. hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan nelayan dalam hubungan patron-klien secara umum berada pada kategori puas. hubungan patron–klien masih memberikan manfaat bagi nelayan, terutama dalam memperoleh akses terhadap modal usaha, kepastian pemasaran hasil tangkapan, serta dukungan ketika menghadapi berbagai risiko dalam kegiatan penangkapan ikan. hasil analisis regresi logistik ordinal menunjukkan bahwa variabel pendapatan hanya berpengaruh signifikan terhadap salah satu indikator kepuasan, sehingga bukan merupakan faktor yang secara konsisten memengaruhi kepuasan nelayan. variabel durasi hubungan menjadi faktor yang paling dominan karena berpengaruh signifikan terhadap beberapa indikator kepuasan. temuan ini menunjukkan bahwa semakin lama hubungan yang terjalin antara nelayan dan patron, maka semakin tinggi tingkat kepercayaan, loyalitas, dan kepuasan yang dirasakan nelayan. sementara itu, variabel keamanan ekonomi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap seluruh indikator kepuasan. hal tersebut mengindikasikan bahwa kepuasan nelayan lebih dipengaruhi oleh kualitas hubungan sosial, keberlanjutan kerja sama, dan dukungan yang diberikan patron dibandingkan kondisi keamanan ekonomi semata. secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kepuasan nelayan dalam hubungan patron-klien di kabupaten aceh besar merupakan fenomena yang bersifat multidimensional. faktor relasional berupa lamanya hubungan antara nelayan dan patron memiliki peran yang lebih besar dalam membentuk kepuasan dibandingkan faktor ekonomi. oleh karena itu, upaya meningkatkan kesejahteraan dan kepuasan nelayan tidak hanya perlu difokuskan pada peningkatan pendapatan dan keamanan ekonomi, tetapi juga pada penguatan hubungan kemitraan yang adil, transparan, saling menguntungkan, serta mampu menciptakan rasa percaya dan keberlanjutan hubungan antara patron dan nelayan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN NELAYAN DALAM HUBUNGAN PATRON-KLIEN DI KABUPATEN ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Pertanian Agribisnis (S1),2026
Baca Juga : FENOMENA PATRON-KLIEN PASCA PEMILIHAN LEGISLATIF TAHUN 2024 PADA DAPIL 1 KABUPATEN ACEH SELATAN (Muhammad Rizky Akbar, 2026)
Abstract
This study is entitled "Analysis of Fishermen's Satisfaction in Patron–Client Relationships in Aceh Besar Regency." The study aims to analyze the level of fishermen's satisfaction in patron–client relationships and to identify the factors influencing such satisfaction, namely income, relationship duration, and economic security. The research was conducted in Aceh Besar Regency using a quantitative approach through a survey method. The sample was selected using an accidental sampling technique involving fishermen who met the research criteria. The data consisted of primary data collected through questionnaires and interviews, as well as secondary data obtained from relevant institutions and supporting literature. Descriptive analysis was employed to describe the level of fishermen's satisfaction, while the effects of the proposed factors were analyzed using ordinal logistic regression. Prior to the analysis, the research instrument was tested for validity and reliability. Model adequacy was subsequently evaluated using the Model Fitting Information, Goodness-of-Fit Test, Pseudo R-Square, and Test of Parallel Lines. The findings indicate that the overall level of fishermen's satisfaction with patron–client relationships falls within the satisfied category. Patron–client relationships continue to provide substantial benefits for fishermen, particularly in terms of access to business capital, assured marketing channels for fish catches, and support in coping with various risks associated with fishing activities. The results of the ordinal logistic regression analysis reveal that the income variable has a significant effect on only one satisfaction indicator, indicating that income is not a consistent determinant of fishermen's satisfaction. Relationship duration emerged as the most dominant factor, as it significantly influenced several satisfaction indicators. These findings suggest that the longer the relationship between fishermen and patrons, the higher the levels of trust, loyalty, and satisfaction experienced by the fishermen. Meanwhile, the economic security variable showed no significant effect on any of the satisfaction indicators. This suggests that fishermen's satisfaction is influenced more by the quality of social relationships, the continuity of cooperation, and the support provided by patrons than by economic security alone. Overall, this study concludes that fishermen's satisfaction in patron–client relationships in Aceh Besar Regency is a multidimensional phenomenon. Relational factors, particularly the duration of the relationship between fishermen and patrons, play a more substantial role in shaping satisfaction than economic factors. Therefore, efforts to improve fishermen's welfare and satisfaction should not only focus on increasing income and economic security but should also emphasize strengthening fair, transparent, and mutually beneficial partnerships that foster trust and ensure the sustainability of patron–client relationships.
Baca Juga : KONDISI MASYARAKAT PESISIR KABUPATEN ACEH BESAR(SUATU ANALISIS TENTANG KEMISKINAN) (SYAHRUNI, 2020)