Daerah aliran sungai (das) krueng tiro merupakan salah satu das yang berada di kabupaten pidie, provinsi aceh. wilayah ini memiliki kondisi geomorfologi yang beragam, mulai dari dataran rendah pada bagian hilir hingga kawasan perbukitan dan pegunungan di bagian hulu. keragaman kondisi geomorfologi tersebut berpengaruh terhadap karakteristik jaringan sungai dan pola aliran yang berkembang di dalam das. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola aliran sungai serta menganalisis pengaruh geomorfologi terhadap pembentukan pola aliran sungai di das krueng tiro dengan memanfaatkan data digital elevation model nasional (demnas). penelitian dilakukan di das krueng tiro, sedangkan pengolahan dan analisis data dilaksanakan di laboratorium penginderaan jauh dan kartografi, fakultas pertanian, universitas syiah kuala dari januari 2026 sampai dengan mei 2026. penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan spasial melalui metode spatial analyst hydrology menggunakan perangkat lunak arcgis pro. data yang digunakan meliputi demnas, peta geologi, batas das, peta kemiringan lereng, dan peta rupa bumi indonesia (rbi). tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, pra-pengolahan, analisis hidrologi untuk menghasilkan flow direction dan flow accumulation, ekstraksi jaringan sungai, serta penentuan orde sungai menggunakan metode strahler. hasil penelitian menunjukkan bahwa das krueng tiro terbagi menjadi tiga bagian, yaitu hulu, tengah, dan hilir. berdasarkan hasil interpretasi jaringan sungai, pola aliran yang berkembang di seluruh wilayah das adalah pola dendritik. pola tersebut dijumpai pada wilayah dataran rendah, perbukitan, hingga pegunungan dengan kondisi lereng yang bervariasi dari datar sampai sangat curam. keberadaan struktur geologi berupa lipatan sinklin dan antiklin pada beberapa lokasi belum memberikan pengaruh yang dominan terhadap perkembangan jaringan sungai sehingga pola aliran yang terbentuk tetap berupa pola dendritik. berdasarkan klasifikasi menggunakan metode strahler, sungai utama mencapai orde 5, sedangkan jumlah alur sungai terbanyak terdapat pada orde 1. kesimpulannya, pembentukan pola aliran sungai di das krueng tiro dipengaruhi oleh kondisi geomorfologi yang meliputi ketinggian, kemiringan lereng, bentuk lahan, litologi, dan struktur geologi. keseragaman litologi menyebabkan percabangan sungai berkembang secara alami mengikuti gradien lereng sehingga membentuk pola aliran dendritik yang mendominasi seluruh wilayah das. pemanfaatan data demnas terbukti mampu memberikan informasi yang akurat dalam mengidentifikasi jaringan sungai, menentukan orde sungai, serta menjelaskan hubungan antara geomorfologi dan pola aliran sungai sebagai dasar dalam pengelolaan daerah aliran sungai.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
IDENTIFIKASI POLA ALIRAN DAS KRUENG TIRO DI KABUPATEN PIDIE MENGUNAKAN DIGITAL ELEVATION MODEL NASIONAL (DEMNAS). Banda Aceh Fakultas pertanian Ilmu Tanah,2026
Baca Juga : TINJAUAN ULANG PENELUSURAN BANJIR PADA BANGUNAN PELIMPAH BENDUNGAN TIRO DENGAN METODE LEVEL POOL ROUTING (MUHAMMAD FARHAN, 2022)
Abstract
**Abstract** The Krueng Tiro Watershed (DAS Krueng Tiro) is one of the watersheds located in Pidie Regency, Aceh Province, Indonesia. This watershed exhibits diverse geomorphological conditions, ranging from lowlands in the downstream area to hilly and mountainous terrain in the upstream area. These geomorphological variations influence the characteristics of the river network and the drainage patterns developed within the watershed. This study aimed to identify the river drainage pattern and analyze the influence of geomorphological conditions on the formation of drainage patterns in the Krueng Tiro Watershed using the Indonesian National Digital Elevation Model (DEMNAS). The study was conducted in the Krueng Tiro Watershed, while data processing and analysis were carried out at the Remote Sensing and Cartography Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, from January to May 2026. This research employed a descriptive qualitative method with a spatial approach using the Spatial Analyst Hydrology tools in ArcGIS Pro. The datasets included DEMNAS, geological maps, watershed boundary maps, slope maps, and the Indonesian Topographic Base Map (RBI). The research stages consisted of data collection, preprocessing, hydrological analysis to generate flow direction and flow accumulation, river network extraction, and stream order classification using the Strahler method. The results showed that the Krueng Tiro Watershed is divided into three sections: upstream, middle, and downstream. Based on the interpretation of the extracted river network, the dominant drainage pattern throughout the watershed is dendritic. This pattern occurs across lowland, hilly, and mountainous areas with slope gradients ranging from flat to very steep. Although geological structures such as synclines and anticlines are present in several locations, they do not exert a dominant influence on the development of the river network. Consequently, the watershed maintains a dendritic drainage pattern. According to the Strahler stream order classification, the main river reaches the fifth order, while first-order streams constitute the largest number of stream segments. In conclusion, the formation of the drainage pattern in the Krueng Tiro Watershed is influenced by geomorphological factors, including elevation, slope gradient, landform, lithology, and geological structure. The relatively homogeneous lithology allows river channels to develop naturally by following the terrain gradient, resulting in a dendritic drainage pattern that dominates the entire watershed. Furthermore, DEMNAS proved to be an effective and reliable data source for identifying river networks, determining stream order, and explaining the relationship between geomorphology and drainage patterns, thereby providing valuable information to support watershed management.
Baca Juga : KAJIAN PRIORITAS PENGEMBANGAN DAERAH LAYANAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) KABUPATEN PIDIE (Sri Hartati, 2015)