Indonesia, termasuk kota banda aceh, masih menghadapi persoalan rendahnya budaya baca meskipun memiliki potensi sebagai kota pendidikan. perpustakaan yang ada umumnya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku dan belum optimal sebagai ruang belajar publik yang nyaman, inklusif, dan menarik bagi masyarakat. hal ini mendorong perlunya perancangan perpustakaan umum yang lebih representatif dan mampu menghidupkan aktivitas literasi. perpustakaan umum di kota banda aceh dirancang sebagai fasilitas literasi modern yang mewadahi kegiatan membaca, belajar mandiri, diskusi, komunitas, dan literasi digital. pendekatan arsitektur analogi biologis digunakan dengan menjadikan mata sebagai analogi utama, karena berkaitan langsung dengan aktivitas melihat dan membaca. anatomi dan cara kerja mata diterjemahkan ke dalam pembentukan massa, organisasi ruang, dan pengolahan cahaya, sehingga perpustakaan berperan sebagai “mata pengetahuan” yang menangkap, memfokuskan, dan menyebarkan informasi kepada penggunanya. secara khusus, desain ini bertujuan menciptakan perpustakaan yang mudah diakses, nyaman, dan aman, sehingga mendorong pengunjung untuk betah beraktivitas dan meningkatkan minat baca. penerapan analogi biologis diharapkan memperkuat daya tarik ruang, performa dan menjadikan perpustakaan sebagai ikon literasi kota banda aceh. kata kunci: perpustakaan umum, analogi biologis, mata, literasi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERANCANGAN PERPUSTAKAAN UMUM DI BANDA ACEH. Banda Aceh ,
Baca Juga : KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP KOTA BANDA ACEH (Yuliani, 2013)
Abstract
Indonesia, including the city of Banda Aceh, still faces the problem of low Literacy quality despite its strong potential as an educational city. Existing libraries generally function only as book storage facilities and have not yet fully acted as comfortable, inclusive public learning spaces that attract people to visit and stay. This condition highlights the need for a new public library design that is more representative and capable of activating literacy activities. The Public Library in Banda Aceh City is designed as a modern literacy facility that accommodates reading, self-study, discussion, community activities, and digital literacy. A biological analogies Architectural approach is applied by using the human eye as the main analogy, as it relates directly to the acts of seeing and reading. The anatomy and working mechanism of the eye are translated into massing, spatial organization, and daylight treatment, so that the library functions as a space that captures, focuses, and distributes information to its users. Specifically, this design aims to create a library that is easily accessible, comfortable, and safe, encouraging visitors to spend more time inside and strengthening their interest in reading. The application of the theme is expected to enhance spatial attraction, performance and establish the library as a literacy icon for Banda Aceh City. Keywords: Public Library, biological analogies, Eye, Literacy.
Baca Juga : PERPUSTAKAAN DAERAH DI BANDA ACEH TEMA: ARSITEKTUR POST MODERN (Zulfan Edi Saputra, 2024)