Laju infiltrasi merupakan salah satu indikator penting dalam pengelolaan tanah dan konservasi air yang dipengaruhi oleh sifat fisika tanah serta penggunaan lahan. penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan sifat fisika tanah terhadap laju infiltrasi pada penggunaan lahan kebun campuran dan sawah tadah hujan di kecamatan indrapuri, kabupaten aceh besar. penelitian dilaksanakan pada dua satuan peta lahan, yaitu entisol dan inceptisol, dengan delapan titik sampel menggunakan metode survei deskriptif kuantitatif. laju infiltrasi diukur menggunakan double ring infiltrometer, sedangkan sifat fisika tanah yang dianalisis meliputi tekstur, bulk density, porositas, permeabilitas, kadar air awal, indeks stabilitas agregat, dan kedalaman efektif tanah. data infiltrasi dianalisis menggunakan model horton, sedangkan hubungan antara sifat fisika tanah dan laju infiltrasi dianalisis dengan regresi linear sederhana. hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas infiltrasi maksimum berkisar antara 200–600 mm jam⁻¹ dengan kategori cepat hingga sangat cepat. lahan kebun campuran memiliki laju infiltrasi lebih tinggi dibandingkan sawah tadah hujan. analisis regresi menunjukkan bahwa bulk density (p = 0,040) dan kedalaman efektif tanah (p < 0,001) berpengaruh nyata terhadap laju infiltrasi, sedangkan parameter lainnya tidak berpengaruh nyata. dengan demikian, bulk density dan kedalaman efektif merupakan faktor utama yang memengaruhi laju infiltrasi pada kebun campuran dan sawah tdah hujan di kecamatan indrapuri aceh besar.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS PENGARUH SIFAT FISIKA TANAH TERHADAP LAJU INFILTRASI PADA KEBUN CAMPURAN DAN SAWAH TADAH HUJAN DI KECAMATAN INDRAPURI ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas pertanian Ilmu Tanah,2026
Baca Juga : ANALISIS KERAGAMAN TEKNOLOGI DAN PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH PADA LAHAN IRIGASI DAN TADAH HUJAN DI KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR (Ismayani, 2025)
Abstract
Infiltration rate is an important indicator of soil management and water conservation, influenced by soil physical properties and land use. This study aimed to analyze the relationship between soil physical properties and infiltration rate under mixed garden and rainfed paddy field land uses in Indrapuri District, Aceh Besar Regency. The research was conducted on two land mapping units, namely Entisols and Inceptisols, using a quantitative descriptive survey method with eight sampling points. Infiltration rate was measured using a Double Ring Infiltrometer, while the analyzed soil physical properties included soil texture, bulk density, porosity, permeability, initial soil moisture content, aggregate stability index, and effective soil depth. Infiltration data were analyzed using the Horton infiltration model, and the relationships between soil physical properties and infiltration rate were evaluated using simple linear regression. The results showed that the maximum infiltration capacity ranged from 200 to 600 mm h⁻¹, classified as rapid to very rapid. Mixed garden land exhibited a higher infiltration rate than rainfed paddy fields. Regression analysis indicated that bulk density (p = 0.040) and effective soil depth (p < 0.001) significantly affected infiltration rate, whereas the other soil physical properties showed no significant effects. Therefore, bulk density and effective soil depth were identified as the primary factors influencing infiltration rates in mixed garden and rainfed rice field in Indrapuri District Aceh Besar.
Baca Juga : RETENSI LAHAN SAWAH DAN NON SAWAH DALAM PENURUNAN ALIRAN PERMUKAAN (STUDI KASUS SUB DAS KRUENG ACEH HILIR) (Murniati, 2024)