Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Luthfi Souni, ANALISIS TINGKAT KERENTANAN RUMAH TANGGA PETANI KOPI ARABIKA DENGAN PENDEKATAN SUSTAINABLE LIVELIHOOD DI KABUPATEN ACEH TENGAH. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2026

Penghidupan masyarakat merupakan suatu konsep bertahan hidup suatu masyarakat dengan mengandalkan modal sumber daya manusia, alam, finansial, fisik dan sosial. pemanfaatan sumberdaya berbeda setiap individu/rumah tangga karena memiliki strategi penghidupan yang berbeda pula, hal ini tergantung dengan sumberdaya atau aset penghidupan yang tersedia dan kerentanan yang dihadapi. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan dan keberlanjutan rurmah tangga petani kopi arabika dilihat dari aspek penghidupan berkelanjutan (sustainable livelihood) dan mengetahui tingkat pendapatan rumahtangga petani arabika gayo di kabupaten aceh tengah. penelitian ini dilakukan di kecamatan pegasing, bebesen dan bintang, kabupaten aceh tengah pada bulan maret 2024. teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dialkukan secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 99 petani dan 9 kolektor. jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. metode pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara menggunakan kuisioner. analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah livelihood vulnerability index (lvi). tingkat kerentanan rumahtangga petani kopi arabika memiliki indeks lvi desa sebesar 0,47 dan termasuk dalam kategori sedang dengan nilai indeks tersebut, aset-aset penghidupan yang dimiliki oleh setiap rumahtangga petani dapat dikatakan berlanjut. hasil penelitian menunjukkan indeks kerentanan modal fisik 0,43, modal fnansial 0,68, modal manusia 0,40, modal sosial 0,37, modal alam 0,35. indeks kerentanan yang paling tinggi adalah modal finansial dan modal alam memiliki indeks kerentanan rendah. jumlah rata-rata produksi adalah sebanyak 11.934 kg, dan rata-rata harga adalah sebesar rp 18.000/kg. rata-rata pendapatan kotor adalah sebesar rp. 214.818.182 per tahun dan rata-rata biaya adalah sebesar rp 37.814.525 sehingga diperoleh keuntungan sebesar rp 177.003.657 per tahun. indeks kerentanan finansial dapat ditekan dengan adanya binaan untuk petani agar dapat menyisihkan uang mengenai pentingnya menyisihkan uang untuk menabung. dan juga kemudahan untuk melakukan pinjaman untuk petani dapat dipermudah.



Abstract

Community livelihoods represent a concept of survival that relies on human, natural, financial, physical, and social capital. The utilization of these resources varies among individuals and households because they adopt different livelihood strategies, depending on the available livelihood assets and the vulnerabilities they face. This study aims to analyze the level of vulnerability and sustainability of Arabica coffee farmer households from the perspective of the Sustainable Livelihood approach and to determine the household income level of Gayo Arabica coffee farmers in Central Aceh Regency. This research was conducted in Pegasing, Bebesen, and Bintang Districts, Central Aceh Regency, in March 2024. The sampling technique employed was purposive sampling, involving 99 farmers and 9 collectors as respondents. The study utilized both primary and secondary data. Data were collected through questionnaire-based interviews. The data were analyzed using the Livelihood Vulnerability Index (LVI) method. The vulnerability level of Arabica coffee farmer households produced a village-level LVI score of 0.47, which falls within the moderate category. Based on this index value, the livelihood assets possessed by the farmer households can be considered sustainable. The results indicate vulnerability indices of 0.43 for physical capital, 0.68 for financial capital, 0.40 for human capital, 0.37 for social capital, and 0.35 for natural capital. Financial capital exhibits the highest vulnerability index, whereas natural capital has the lowest vulnerability index. The average production amounted to 11,934 kg, with an average selling price of IDR 18,000 per kilogram. The average gross income was IDR 214,818,182 per year, while the average production cost was IDR 37,814,525, resulting in an average annual profit of IDR 177,003,657. Financial vulnerability can be reduced through farmer assistance programs that emphasize the importance of saving and through easier access to credit facilities for farmers.



    SERVICES DESK