Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penyambungan pltm alur katoang terhadap aliran daya, profil tegangan, rugi-rugi daya, arus hubung singkat, serta karakteristik stabilitas transien sistem distribusi 20 kv pada kedua skenario interkoneksi yaitu pada gh lampahan dan pada gi takengon. hasil analisis aliran daya menunjukkan bahwa penyambungan pltm ke gh lampahan memberikan perbaikan profil tegangan yang lebih optimal pada seluruh busbar distribusi dibandingkan penyambungan ke gi takengon. tegangan di gh lampahan meningkat dari 0,979 p.u. menjadi 1,038 p.u. (naik 6,05%), serta seluruh busbar berada dalam batas aman sesuai spln no. 1 tahun 1995 (0,90–1,05 p.u.). selain itu, skenario penyambungan ke gh lampahan juga berhasil mereduksi rugi-rugi daya aktif komponen eksisting sebesar 73,3 %, lebih besar dibanding skenario ke gi takengon yang hanya mencapai 4,3 %. peningkatan arus hubung singkat terbesar terjadi di busbar gh lampahan pada skenario penyambungan ke gh lampahan, di mana arus hubung singkat melonjak dari 1,120 ka menjadi 2,594 ka (deviasi 131,61%). simulasi stabilitas transien menunjukkan bahwa generator pltm mampu mempertahankan sinkronisme dan kembali ke kondisi stabil setelah terjadi gangguan hubung singkat tiga fasa pada busbar titik interkoneksi, dengan waktu pemutusan (fault clearing) sebesar 0,15 detik yang lebih kecil dari critical clearing time (cct) kedua skenario. nilai cct pada skenario penyambungan ke gh lampahan diperoleh sebesar 0,1873 detik, sementara pada skenario ke gi takengon sebesar 0,1836 detik. penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan teknis bagi pln dan pengembang pltm alur katoang dalam menentukan lokasi interkoneksi yang tepat guna mendukung realisasi target energi baru terbarukan di provinsi aceh.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS ALIRAN DAYA DAN STABILITAS TRANSIEN PENYAMBUNGAN PLTM ALUR KATOANG KE GH LAMPAHAN DAN GI TAKENGON. Banda Aceh Fakultas Teknik Elektro,2026
Baca Juga : SISTEM PENERIMAAN BIAYA PENYAMBUNGAN TERHADAP PELANGGAN YANG TELAH DIPUTUSKAN LEBIH DARI TIGA BULAN DI PDAM TIRTA DAROY KOTA BANDA ACEH (Hardiansyah, 2017)
Abstract
This study aims to analyze the impact of connecting the Alur Katoang Mini-Hydro Power Plant (PLTM) on the power flow, voltage profile, power losses, short-circuit current, and transient stability characteristics of the 20 kV distribution system across two interconnection scenarios: GH Lampahan and GI Takengon. The power flow analysis results indicate that connecting the PLTM to GH Lampahan provides a more optimal voltage profile improvement across all distribution busbars compared to connecting to GI Takengon. The voltage at GH Lampahan increased from 0.979 p.u. to 1.038 p.u. (a 6.05% increase), placing all busbars within safe operational limits in accordance with SPLN No. 1 Year 1995 (0.90–1.05 p.u.). Furthermore, the interconnection to GH Lampahan successfully reduced active power losses in existing components by 73.3%, significantly higher than the GI Takengon scenario, which achieved only a 4.3% reduction. The most substantial increase in short-circuit current occurred at the GH Lampahan busbar under the GH Lampahan connection scenario, where the short-circuit current jumped from 1.120 kA to 2.594 kA (a 131.61% deviation). Transient stability simulations demonstrate that the PLTM generator maintains synchronism and returns to a stable condition following a three-phase short-circuit fault at the interconnection point busbar, given a fault clearing time of 0.15 seconds, which is below the Critical Clearing Time (CCT) for both scenarios. The CCT values for the GH Lampahan and GI Takengon interconnection scenarios were determined to be 0.1873 seconds and 0.1836 seconds, respectively. This study is expected to serve as a technical reference for PLN and the developers of the Alur Katoang PLTM in determining the optimal interconnection location to support the achievement of renewable energy targets in Aceh Province.
Baca Juga : PERBAIKAN STABILITAS TEGANGAN PADA SISTEM TENAGA LLSTRIK MENGGUNAKAN STATIC COMPENSATOR (STATCOM) (Rendra Agustian, 2024)