Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Nanda Aulya Rindang Pratiwi, APLIKASI NANO SPRAY KITOSAN DAN EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA LAM.) TERHADAP RNKESEMBUHAN LUKA KULIT TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS). Banda Aceh Prodi Pendidikan Dokter Gigi (S1),2026

Penyembuhan luka merupakan proses biologis yang kompleks yang melibatkan fase inflamasi, proliferasi, dan remodeling. kitosan diketahui memiliki sifat biokompatibel, antibakteri, antiinflamasi, dan mampu merangsang proliferasi fibroblas, sedangkan ekstrak daun kelor (moringa oleifera lam.) mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang berperan sebagai antioksidan dan antimikroba. kombinasi kedua bahan tersebut dalam bentuk nano spray diharapkan dapat meningkatkan efektivitas proses penyembuhan luka. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi nano spray kitosan dan ekstrak daun kelor (moringa oleifera lam.) terhadap penyembuhan luka kulit pada tikus putih (rattus norvegicus). penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan post-test only control group design menggunakan tikus putih jantan (rattus norvegicus). luka insisi dibuat pada daerah punggung tikus dan diberikan perlakuan berupa nano spray kitosan serta kombinasi nano spray kitosan dengan ekstrak daun kelor pada berbagai konsentrasi. pengamatan histopatologis dilakukan pada hari ke-14 menggunakan pewarnaan hematoksilin-eosin (he). parameter yang diamati meliputi ketebalan epitel, jumlah neutrofil, jumlah makrofag, dan jumlah fibroblas. analisis data dilakukan menggunakan uji kruskal wallis. kombinasi nano spray kitosan dan ekstrak daun kelor menunjukkan kecenderungan mempercepat proses penyembuhan luka melalui penurunan infiltrasi sel inflamasi serta peningkatan proliferasi fibroblas dan regenerasi jaringan. kelompok yang mendapat kombinasi nano spray kitosan dan ekstrak daun kelor konsentrasi 30% menunjukkan gambaran histologis yang paling baik. namun, hasil uji kruskal wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik pada ketebalan epitel (p=0,475), jumlah makrofag (p=0,157), jumlah neutrofil (p=0,529), dan jumlah fibroblas (p=0,104) antar kelompok perlakuan (p>0,05). aplikasi nano spray kitosan yang dikombinasikan dengan ekstrak daun kelor (moringa oleifera lam.) berpotensi meningkatkan proses penyembuhan luka kulit pada tikus putih (rattus norvegicus) melalui modulasi respons inflamasi dan stimulasi regenerasi jaringan, meskipun perbedaan antar kelompok belum menunjukkan signifikansi secara statistik. kata kunci: nano spray kitosan, moringa oleifera, penyembuhan luka, fibroblas



Abstract

Wound healing is a complex biological process involving the inflammatory, proliferative, and remodeling phases. Chitosan is known to have biocompatible, antibacterial, anti-inflammatory properties, and is able to stimulate fibroblast proliferation, while Moringa oleifera Lam. leaf extract contains various bioactive compounds such as flavonoids, saponins, and tannins that act as antioxidants and antimicrobials. The combination of these two ingredients in the form of a nano spray is expected to increase the effectiveness of the wound healing process. This study aims to determine the effect of the application of chitosan nano spray and Moringa oleifera Lam. leaf extract on skin wound healing in white rats (Rattus norvegicus). This study is a laboratory experimental study with a post-test only control group design using male white rats (Rattus norvegicus). Incisions were made on the backs of rats and treated with chitosan nano spray and a combination of chitosan nano spray with Moringa leaf extract at various concentrations. Histopathological observations were carried out on the 14th day using Hematoxylin-Eosin (HE) staining. The parameters observed included epithelial thickness, neutrophil count, macrophage count, and fibroblast count. Data analysis was performed using the Kruskal Wallis test. The combination of chitosan nano spray and moringa leaf extract showed a tendency to accelerate the wound healing process by reducing inflammatory cell infiltration and increasing fibroblast proliferation and tissue regeneration. The group receiving the combination of chitosan nano spray and moringa leaf extract at a concentration of 30% showed the best histological appearance. However, the Kruskal Wallis test results showed no statistically significant differences in epithelial thickness (p=0.475), macrophage count (p=0.157), neutrophil count (p=0.529), and fibroblast count (p=0.104) between treatment groups (p>0.05). The application of chitosan nano spray combined with moringa leaf extract (Moringa oleifera Lam.) has the potential to improve the skin wound healing process in white rats (Rattus norvegicus) by modulating the inflammatory response and stimulating tissue regeneration, although the differences between groups have not shown statistical significance. Key words: Nano spray chitosan, Moringa oleifera, wound healing, fibroblasts



    SERVICES DESK