Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
MUHAMMAD AVANDA ALFIN, AN ANALYSIS OF A NEAR-NATIVE ENGLISH PROFICIENCY ACQUISITION IN A NON-ENGLISH ENVIRONMENTRN(A CASE STUDY OF A PERSONAL JOURNEY OF AN EFL STUDENT IN BANDA ACEH). Banda Aceh Fakultas KIP,2026

Penelitian studi kasus kualitatif ini mengkaji perkembangan kemampuan bahasa inggris seorang pembelajar english as a foreign language (efl) asal indonesia yang berhasil mencapai tingkat kemahiran mendekati penutur asli (near-native proficiency) melalui pengaruh gabungan interaksi sosial, dukungan more knowledgeable others (mko), alat-alat budaya (cultural tools), serta faktor motivasi yang kuat. berlandaskan teori sosiokultural (vygotsky, 1978), l2 motivational self system (dörnyei, 2005), serta kajian mengenai pembelajaran informal berbasis media digital, penelitian ini menjawab tiga pertanyaan penelitian mengenai (1) peran konteks sosial dan budaya, (2) kontribusi orang tua dan guru sebagai more knowledgeable others (mko), dan (3) fungsi mediasi alat-alat budaya dalam pembelajaran bahasa. data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen menunjukkan bahwa lingkungan rumah yang secara konsisten menggunakan bahasa inggris sebagai media interaksi menjadi faktor utama yang mendorong pemerolehan bahasa pada tahap awal. interaksi di lingkungan sekolah, dengan penutur asing, serta melalui berbagai platform daring memperluas zona perkembangan proksimal (zone of proximal development/zpd) pembelajar. ayah berperan sebagai mko utama dengan memberikan masukan bahasa (input) yang fasih serta umpan balik korektif secara alami, sementara para guru memberikan struktur pembelajaran akademik dan mengembangkan kemampuan literasi. berbagai alat budaya, seperti buku cerita, media digital, dan lebih dari enam puluh karya tulis yang telah dipublikasikan, secara signifikan memperkaya paparan bahasa dan proses kognitif pembelajar. motivasi yang tinggi serta berkembangnya identitas bilingual juga berkontribusi dalam mempertahankan keterlibatan pembelajar dalam jangka panjang. secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kemahiran bahasa inggris pada tingkat tinggi dapat dicapai di lingkungan yang tidak menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa utama apabila interaksi yang imersif, scaffolding dari berbagai more knowledgeable others (mko), pemanfaatan alat-alat budaya yang kaya, serta motivasi intrinsik bekerja secara sinergis.



Abstract

This qualitative case study examines the English development of an Indonesian EFL learner who achieved near-native proficiency through the combined influence of social interaction, MKO support, cultural tools, and strong motivational factors. Guided by Sociocultural Theory (Vygotsky, 1978), the L2 Motivational Self System (Dörnyei, 2005), and research on informal digital learning, the study addresses three research questions on (1) the role of social and cultural context, (2) the contribution of parents and teachers as More Knowledgeable Others (MKOs), and (3) the mediating function of cultural tools in language learning. Data collected from interviews, observations, and document analysis reveal that continuous English immersion at home served as the primary driver of early acquisition. Interactions across school, foreign visitors, and online platforms expanded the learner’s Zones of Proximal Development (ZPD). The father acted as the main MKO by providing fluent input and natural corrective feedback, while teachers offered academic structure and literacy development. Cultural tools, including storybooks, digital media, and more than sixty published writings, significantly enriched linguistic exposure and cognitive processing. The learner’s strong motivation and emerging bilingual identity further sustained long-term engagement. Overall, the findings demonstrate that high-level EFL proficiency can emerge in non-English-speaking environments when immersive interaction, distributed MKO scaffolding, rich mediational tools, and intrinsic motivation operate synergistically



    SERVICES DESK