Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
ABDUL RAHIM, STUDI PERIKANAN MUROAMI DI PERAIRAN KEPULAUAN BANYAK,RN ACEH SINGKIL. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2026

Penelitian ini bertujuan mengkaji konstruksi alat tangkap muroami serta menganalisis komposisi hasil tangkapan yang dihasilkan di perairan kepulauan banyak, kabupaten aceh singkil. kajian dilaksanakan pada januari 2026 melalui pendekatan observasi partisipatoris, enumerasi tangkapan, wawancara terstruktur, dan pengukuran dimensi fisik alat tangkap terhadap empat armada aktif. hasil pengukuran menunjukkan bahwa unit penangkapan muroami di lokasi ini menggunakan kapal induk berbahan kayu meranti berukuran 20–22 m, dua kapal bantu fiberglass berukuran 5–6 m, sayap jaring sepanjang 60 depa bermata jaring 3,5 inci, serta kantong jaring 30 m bermata jaring 1,5–1,75 inci. sistem bantu operasi mencakup peralatan selam scuba, tali penggiring, dan kerenceng. akumulasi hasil tangkapan selama periode penelitian mencapai 9.786,7 kg yang terdiri dari empat spesies ikan karang famili caesionidae. ikan pisang-pisang ekor kuning (pterocaesio digramma) mendominasi tangkapan dengan proporsi 45,26% (4.429,6 kg), disusul ikan pisang-pisang merah (pterocaesio tile) 21,09% (2.063,6 kg), ikan pisang-pisang biru (caesio caerulaurea) 18,82% (1.842,1 kg), dan ikan ekor kuning (caesio cuning) 14,83% (1.451,4 kg). pola dominansi spesies tunggal yang mencapai hampir separuh total tangkapan sejalan dengan temuan pada perikanan muroami di kepulauan seribu, mengindikasikan kecenderungan alat tangkap ini dalam menargetkan ikan berperilaku bergerombol yang berasosiasi dengan ekosistem terumbu karang. temuan ini menjadi landasan ilmiah bagi penerapan pengelolaan perikanan berbasis ekosistem guna menjaga keberlanjutan sumber daya ikan karang di kepulauan banyak. kata kunci: alat tangkap muroami; komposisi hasil tangkapan; ikan karang; kepulauan banyak; aceh singkil



Abstract

This study aimed to examine the construction of muroami fishing gear and to analyze the catch composition in the waters of Banyak Islands, Aceh Singkil Regency. The research was conducted in January 2026 using participatory observation, catch enumeration, structured interviews, and physical measurement of fishing gear components from four active fishing units. Measurement results indicated that the muroami unit in this location employs a meranti-wood main vessel measuring 20–22 m, two fiberglass auxiliary boats of 5–6 m, wing nets of 60 fathoms with a 3.5-inch mesh size, and a bag net of 30 m with a mesh size of 1.5–1.75 inches. Operational support systems included SCUBA diving equipment, herding ropes, and noise-producing devices (kerenceng). Total catch during the study period reached 9,786.7 kg comprising four reef fish species of the family Caesionidae. Doublelined Fusilier (Pterocaesio digramma) dominated the catch at 45.26% (4,429.6 kg), followed by Bluestreak Fusilier (Pterocaesio tile) at 21.09% (2,063.6 kg), bl Scissortail Fusilier (Caesio caerulaurea) at 18.82% (1,842.1 kg), and yellowtail fusilier (Caesio cuning) at 14.83% (1,451.4 kg). The single-species dominance pattern approaching half of the total catch aligns with findings from muroami fisheries in the Seribu Islands, indicating this gear's consistent tendency to target schooling species associated with coral reef ecosystems. These findings provide a scientific basis for ecosystem-based fisheries management to sustain reef fish resources in Banyak Islands. Keywords: muroami fishing gear; catch composition; reef fish; Banyak Islands; Aceh Singkil



    SERVICES DESK