Kacang koro (canavalia ensiformis) merupakan salah satu komoditas pangan lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai alternatif pengganti kedelai. pemanfaatan kacang koro menjadi produk olahan tidak hanya mendukung diversifikasi pangan, tetapi juga berpotensi meningkatkan nilai ekonomi komoditas melalui kegiatan pengolahan. rumoh pangan aceh merupakan salah satu lembaga yang mengembangkan produk olahan berbahan baku kacang koro, yaitu tempe koro dan keripik koro. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah produk olahan kacang koro serta menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan pada usaha pengolahan kacang koro di rumoh pangan aceh. penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif. data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. analisis nilai tambah dilakukan menggunakan metode hayami, sedangkan analisis strategi pemasaran dilakukan menggunakan pendekatan bauran pemasaran (marketing mix) 4p yang meliputi product, price, place, dan promotion. hasil analisis 4p selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam merumuskan strategi pemasaran yang kemudian dievaluasi menggunakan pendekatan smart (specific, measurable, achievable, relevant, dan time-bound). hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan kacang koro menjadi tempe koro menghasilkan nilai tambah sebesar rp56.840/kg dengan rasio nilai tambah 46,59% dan keuntungan sebesar rp45.590/kg. sementara itu, keripik koro menghasilkan nilai tambah sebesar rp106.300/kg dengan rasio nilai tambah 64,42% dan keuntungan sebesar rp68.800/kg. hasil tersebut menunjukkan bahwa pengolahan kacang koro mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang positif, dengan keripik koro menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi dibandingkan tempe koro. berdasarkan hasil analisis bauran pemasaran 4p, rumoh pangan aceh telah menerapkan aspek produk, harga, distribusi, dan promosi dalam kegiatan pemasarannya. hasil identifikasi tersebut kemudian digunakan sebagai dasar dalam merumuskan strategi pemasaran yang sesuai dengan kondisi usaha. berdasarkan evaluasi smart, strategi pemasaran yang dirumuskan telah memenuhi aspek specific, measurable, achievable, dan relevant, namun aspek time-bound belum sepenuhnya terpenuhi karena belum adanya target waktu yang jelas dalam pelaksanaan strategi pemasaran. oleh karena itu, diperlukan penetapan target waktu yang lebih terukur, penguatan promosi digital, serta perluasan jaringan pemasaran guna mendukung pengembangan usaha olahan kacang koro di rumoh pangan aceh.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATRGI PEMASARAN OLAHAN KACANG KORO PADA RUMOH PANGAN ACEH. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2026
Baca Juga : JENIS KEMASAN DAN PERBANDINGAN BAHAN BAKU PADA PEMBUATAN TEMPE KACANG KORO (CANAVALIA ENSIFORMIS) (RAISSA ARDINE NINGTYAS, 2026)
Abstract
Jack bean (Canavalia ensiformis) is a local food commodity with the potential to be developed as an alternative to soybeans. Processing jack beans into value-added products not only supports food diversification but also has the potential to enhance the commodity's economic value. Rumoh Pangan Aceh is an organization that develops jack bean-based processed products, specifically jack bean tempeh and jack bean chips. This study aims to analyze the value added of these processed jack bean products and to examine the marketing strategies employed by Rumoh Pangan Aceh in its processing operations. This study employs a case study method with a descriptive approach. Data sources include both primary and secondary data obtained through observation, interviews, documentation, and literature review. Value-added analysis was conducted using the Hayami method, while the marketing strategy analysis utilized the 4P marketing mix approach (product, price, place, and promotion). The results of the 4P analysis served as the basis for formulating marketing strategies, which were subsequently evaluated using the SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, and Time-Bound) approach. The research findings indicate that processing jack beans into tempeh generates a value added of Rp56,840/kg, with a value-added ratio of 46.59% and a profit of Rp45,590/kg. Meanwhile, jack bean chips generate a value added of Rp106,300/kg, with a value-added ratio of 64.42% and a profit of Rp68,800/kg. These results demonstrate that jack bean processing yields positive economic value added, with jack bean chips generating higher value added than jack bean tempeh. Based on the 4P marketing mix analysis, Rumoh Pangan Aceh has implemented the aspects of product, price, distribution (place), and promotion in its marketing activities. These findings served as the foundation for formulating marketing strategies tailored to the business's specific conditions. Based on the SMART evaluation, the formulated marketing strategy meets the Specific, Measurable, Achievable, and Relevant criteria; however, the Time-Bound aspect has not been fully satisfied due to the absence of a clear timeline for implementation. Therefore, it is necessary to establish a more measurable timeframe, strengthen digital promotion, and expand the marketing network to support the development of the jack bean (*koro* bean) processing business at Rumoh Pangan Aceh.
Baca Juga : ANALISIS SISTEM PEMASARAN KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGAEA L.) DI KECAMATAN DEWANTARA KABUPATEN ACEH UTARA (Nurhidayat Aminin, 2021)