Bawang merah (allium ascalonicum l.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dibudidayakan di indonesia. permintaan bawang merah yang terus meningkat perlu diimbangi dengan upaya peningkatan produksi. faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan budidaya bawang merah adalah interval penyiraman (ketersediaan air), komposisi media tanam yang sesuai, serta penggunaan zat pengatur tumbuh (zpt). pengaturan interval penyiraman yang tepat dapat menjaga ketersediaan air bagi tanaman. penggunaan media tanam yang mengandung bahan organik mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi pada media tanah. selain itu, aplikasi paclobutrazol sebagai zat pengatur tumbuh golongan retardan dapat menghambat pertumbuhan vegetatif dan mengarahkan hasil fotosintesis ke pembentukan umbi. oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interval penyiraman, komposisi media tanam, dan konsentrasi paclobutrazol serta interaksi antara dua faktor atau ketiga faktor terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan i, laboratorium hortikultura dan laboratorium ilmu dan teknologi benih departemen agroteknologi fakultas pertanian universitas syiah kuala, darussalam, banda aceh. penelitian ini berlangsung dari bulan januari sampai mei 2026. penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (rak) pola faktorial 3 × 3 × 3 dengan tiga ulangan. faktor yang diteliti terdiri atas interval penyiraman, yaitu sehari sekali, dua hari sekali, dan tiga hari sekali; komposisi media tanam, yaitu tanah, tanah + pupuk kompos, dan tanah + pupuk kandang; serta konsentrasi paclobutrazol, yaitu 0 ppm (tanpa paclobutrazol), 30 ppm, dan 60 ppm. parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, diameter umbi, jumlah umbi per rumpun, bobot umbi basah, bobot umbi kering, bobot berangkasan basah, dan bobot berangkasan kering. hasil penelitian menunjukkan perlakuan interval penyiraman terbaik didapatkan pada perlakuan interval penyiraman sehari sekali, sedangkan perlakuan komposisi media tanam terbaik didapatkan pada perlakuan komposisi media tanam tanah + pupuk kandang. interaksi antara perlakuan interval penyiraman dan komposisi media tanam terbaik didapatkan pada kombinasi penyiraman sehari sekali dengan media tanam tanah + pupuk kandang. interaksi antara perlakuan komposisi media tanam dan konsentrasi paclobutrazol terbaik didapatkan pada kombinasi komposisi media tanam tanah + pupuk kandang dengan konsentrasi paclobutrazol 30 ppm. interaksi antara perlakuan interval penyiraman, komposisi media tanam dan konsentrasi paclobutrazol paling efektif untuk tinggi tanaman 14 hst adalah pada kombinasi perlakuan interval penyiraman tiga hari sekali dengan komposisi media tanam tanah + pupuk kompos dan konsentrasi paclobutrazol 0 ppm (tanpa paclobutrazol). sedangkan perlakuan paling efektif untuk diameter batang 35 hst adalah pada kombinasi perlakuan interval penyiraman tiga hari sekali dengan komposisi media tanam tanah (kontrol) dan konsentrasi paclobutrazol 30 ppm.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH INTERVAL PENYIRAMAN, KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.). Banda Aceh Fakultas Pertanian Agroteknologi (S1),2026
Baca Juga : PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN MAWAR (ROSA HYBRIDA L.) AKIBAT KOMPOSISI KOMPOS LIMBAH BAGLOG JAMUR TIRAM (PLEUROTUS OSTREATUS) SEBAGAI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL (AYIEK SUNANSYIH, 2022)
Abstract
Shallot (Allium ascalonicum L.) is one of the most economically important horticultural crops widely cultivated in Indonesia. The increasing demand for shallots needs to be supported by efforts to enhance production. Several factors influencing the successful cultivation of shallots include irrigation interval (water availability), appropriate growing media composition, and the application of plant growth regulators (PGRs). Proper irrigation intervals help maintain adequate water availability for plant growth. The use of growing media containing organic matter can improve the physical, chemical, and biological properties of the soil. In addition, the application of paclobutrazol, a growth retardant plant growth regulator, can suppress vegetative growth and promote the translocation of photosynthates toward bulb formation. Therefore, this study aimed to determine the effects of irrigation interval, growing media composition, and paclobutrazol concentration, as well as the interactions between two or all three factors, on the growth and yield of shallot plants. This research was conducted at Experimental Field I, the Horticulture Laboratory, and the Seed Science and Technology Laboratory, Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh, from January to May 2026. The experiment employed a 3 × 3 × 3 factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with three replications. The factors evaluated were irrigation interval (once every day, once every two days, and once every three days), growing media composition (soil, soil + compost, and soil + manure), and paclobutrazol concentration (0 ppm [without paclobutrazol], 30 ppm, and 60 ppm). The observed parameters included plant height, number of leaves, stem diameter, bulb diameter, number of bulbs per clump, fresh bulb weight, dry bulb weight, fresh biomass weight, and dry biomass weight. The results showed that the best irrigation treatment was irrigation once every day, while the best growing media composition was soil mixed with manure. The best interaction between irrigation interval and growing media composition was obtained from the combination of daily irrigation and soil mixed with manure. The best interaction between growing media composition and paclobutrazol concentration was observed in the combination of soil mixed with manure and 30 ppm paclobutrazol. The most effective interaction among irrigation interval, growing media composition, and paclobutrazol concentration for plant height at 14 days after planting (DAP) was the combination of irrigation once every three days, soil mixed with compost, and 0 ppm paclobutrazol (without paclobutrazol). Meanwhile, the most effective treatment for stem diameter at 35 DAP was the combination of irrigation once every three days, soil alone (control), and 30 ppm paclobutrazol.
Baca Juga : RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (ALLIUM ASCOLANICUM L.) DI DATARAN TINGGI GAYO LUES AKIBAT VARIETAS DAN JARAK TANAM (Muhammad Haekal, 2025)