Abstrak budaya patriarki yang masih kuat dalam kehidupan sosial politik aceh menjadi tantangan bagi perempuan untuk memperoleh ruang politik dan legitimasi sebagai pemimpin. kondisi ini tercermin dari rendahnya keterwakilan perempuan dalam lembaga politik. namun, pada pemilu dpd-ri aceh tahun 2024, darwati a. gani berhasil memenangkan kontestasi dengan memperoleh 184.528 suara di tengah dominasi kandidat laki-laki. fenomena tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana modal sosial berperan dalam membangun ruang politik perempuan di tengah budaya patriarki masyarakat aceh. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis modal sosial darwati a. gani dalam membangun ruang politik perempuan di tengah budaya patriarki masyarakat aceh. penelitian menggunakan metode kualitatif. data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori modal sosial pierre bourdieu dan konsep pemberdayaan perempuan naila kabeer yang meliputi resources, agency, dan achievements. hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan darwati a. gani ditentukan oleh kemampuan mengelola modal sosial melalui pembangunan jaringan sosial yang luas, pemeliharaan hubungan sosial secara berkelanjutan, pemanfaatan berbagai sumber daya politik dan sosial, kemampuan menyusun strategi yang sesuai dengan kondisi masyarakat, serta mengonversi seluruh modal tersebut menjadi legitimasi politik dan dukungan elektoral. meskipun budaya patriarki masih memengaruhi dinamika politik aceh, modal sosial yang kuat mampu membuka ruang politik bagi perempuan. penelitian ini menyimpulkan bahwa modal sosial menjadi mekanisme penting dalam membangun ruang politik perempuan di tengah budaya patriarki. oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas, jaringan, dan kesempatan politik perempuan guna meningkatkan keterwakilan perempuan dalam politik di aceh. kata kunci: modal sosial, ruang politik perempuan, budaya patriarki, darwati a. gani, aceh.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
RUANG POLITIK PEREMPUAN DALAM BUDAYA PATRIARKI DI ACEH RN(STUDI KASUS KEMENANGAN DARWATI A. GANI PADA PEMILU DPD-RI 2024). Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik,2026
Baca Juga : KEBIJAKAN PARTAI ACEH DALAM PEREKRUTAN CALON ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT ACEH DARI KAUM PEREMPUAN PADA PEMILU TAHUN 2024 (Agusliani, 2026)
Abstract
xii ABSTRACT The patriarchal culture that remains deeply rooted in Aceh's socio-political life poses significant challenges for women in gaining political space and legitimacy as leaders. This condition is reflected in the low representation of women in political institutions. However, in the 2024 Aceh Regional Representative Council (DPDRI) election, Darwati A. Gani won the election by securing 184,528 votes despite the dominance of male candidates. This phenomenon raises the question of how social capital contributes to the construction of women's political space within Aceh's patriarchal society. This study aims to analyze Darwati A. Gani's social capital in building women's political space amid the patriarchal culture of Aceh. This research employed a qualitative method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and were analyzed using Pierre Bourdieu's Social Capital Theory and Naila Kabeer's concept of women's empowerment, which consists of resources, agency, and achievements. The findings indicate that Darwati A. Gani's success was shaped by her ability to manage social capital through extensive social networks, sustained social relationships, effective utilization of political and social resources, the ability to formulate strategies that suited the characteristics of Acehnese society, and the conversion of these forms of capital into political legitimacy and electoral support. Although patriarchal culture continues to influence political dynamics in Aceh, strong social capital has enabled women to expand their political space. This study concludes that social capital serves as a crucial mechanism for strengthening women's political participation within a patriarchal context. Therefore, continuous efforts are needed to strengthen women's capacity, social networks, and political opportunities in order to enhance women's political representation in Aceh. Keywords: Social Capital, Women's Political Space, Patriarchal Culture, Darwati A. Gani, Aceh.
Baca Juga : STRATEGI PENINGKATAN KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF 2019 DI KABUPATEN ACEH TAMIANG (TENGKU DEVANI PUTRA PASLA, 2024)