Abstrak intensitas penggunaan media sosial yang tinggi dikalangan mahasiswa tidak hanya memberikan berbagai manfaat, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak negatif, salah satunya berupa kecemasan komunikasi dalam aspek online/digital. fenomena ini kemudian mendorong munculnya social media detox, sebagai salah satu bentuk upaya individu dalam mengurangi dampak tersebut. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi mahasiswa universitas syiah kuala dalam melakukan social media detox sebagai upaya dalam mengelola kecemasan komunikasi. teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah media resistance theory untuk memetakan bagaimana individu melakukan tindakan berupa penolakan akibat dampak negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan media sosial secara berlebihan, melalui social media detox. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman informan. data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi berupa tangkapan layar (screenshot) pada arsipan story media sosial informan atau tangkapan layaran screen time terhadap lima informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. infoman merupakan mahasiswa aktif universitas syiah kuala yang pernah melakukan social media detox selama minimal 14 hari serta memiliki pengalaman terkait kecemasan komunikasi. proses analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi mahasiswa dalam melakukan social media detox dapat dikategorikan kedalam dua jenis, yaitu motivasi intrinsik dan ekstrinsik. motivasi intrinsik mencakup dorongan dari dalam diri seperti keinginan untuk mengurangi kecemasan, menjaga kesehatan mental, meningkatkan kontrol diri, serta memperbaiki kualitas hubungan sosial. sementara motivasi ekstrinsik dipengaruhi oleh faktor luar, seperti tekanan lingkungan sosial, tuntutan akademik, serta paparan konten negatif di media sosial. dalam praktiknya, social media detox dilakukan dengan berbaga cata, antara lain membatasi durasi penggunaan, menonaktifkan motivasi, hingga menghapus aplikasi. setelah melakukan social media detox, informan merasakan perubahan yang cenderung positif, seperti berkurangnya kecemasan komunikasi, meningkatnya konsentrasi, serta membaiknya kualitas interaksi interpersonal. kata kunci: social media detox, motivasi, kecemasan komunikasi, mahasiswa, resistensi media
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
MOTIVASI SOCIAL MEDIA DETOX SEBAGAI UPAYA MENGELOLA KECEMASAN KOMUNIKASI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,2026
Baca Juga : PENGARUH KECEMASAN KOMUNIKASI TERHADAP INTERAKSI SOSIAL DISOSIATIF PADA MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Safira Rahma Tillah, 2024)
Abstract
ABSTRACT The high intensity of social media use among university students not only provides various benefits, but also has the potential to cause negative impacts, one of which is communication anxiety in online/digital aspects. This phenomenon has encouraged the emergence of social media detox as one of the individual efforts to reduce these impacts. This study aims to determine the motivations of students at Universitas Syiah Kuala in conducting social media detox as an effort to manage communication anxiety. The theory used in this study is Media Resistance Theory to map how individuals take actions in the form of resistance due to the negative impacts caused by excessive use of social media, through social media detox. This research uses a qualitative approach with a phenomenological method to understand the experiences of informants. Data were collected through in-depth interviews and documentation in the form of screenshots of informants’ social media story archives or screen time records from five informants selected through purposive sampling technique. The informants are active students of Universitas Syiah Kuala who have carried out social media detox for a minimum of 14 days and have experienced communication anxiety. The data analysis process was carried out through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of this study show that students’ motivations in conducting social media detox can be categorized into two types, namely intrinsic and extrinsic motivations. Intrinsic motivation includes internal drives such as the desire to reduce anxiety, maintain mental health, improve self-control, and improve the quality of social relationships. Meanwhile, extrinsic motivation is influenced by external factors, such as social environmental pressures, academic demands, and exposure to negative content on social media. In practice, social media detox is carried out in various ways, including limiting usage duration, disabling notifications, and deleting applications. After conducting social media detox, informants experience positive changes, such as reduced communication anxiety, increased concentration, and improved quality of interpersonal interactions. Keywords: social media detox, motivation, communication anxiety, students, media resistance
Baca Juga : HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN DAN PERILAKU MEROKOK PADA MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA ANGKATAN 2021 (SHERLIN FILZAH RIANI, 2024)