Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
SITI RAHMALIA, ANALISIS LAMA WAKTU RAWAT INAP PASIEN KANKER PARU BERDASARKAN STATUS SENSOR MENINGGAL DAN SEMBUH DI RSUDZA ACEH MENGGUNAKAN MODEL REGRESI COX PROPORTIONAL HAZARDS. Banda Aceh Fakultas MIPA Statistika,2026

Kanker paru merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, termasuk di indonesia, khususnya di provinsi aceh. lama rawat inap pasien kanker paru dapat digunakan sebagai indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan rumah sakit serta mencerminkan kondisi klinis pasien. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lama rawat inap pasien kanker paru berdasarkan dua status sensor, yaitu meninggal dan sembuh, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. data yang digunakan merupakan data sekunder dari 202 pasien kanker paru yang menjalani rawat inap di rsud dr. zainoel abidin aceh selama tahun 2024. variabel yang dianalisis meliputi jenis kelamin, usia, kemoterapi, stadium penyakit, riwayat penyakit, dan jenis histologi kanker paru. analisis dilakukan menggunakan regresi cox proportional hazards dengan pendekatan stratifikasi untuk mengatasi pelanggaran asumsi proportional hazard. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lama rawat inap pasien yang meninggal adalah 21 hari, sedangkan pasien yang sembuh adalah sekitar 9 hari. pada kejadian meninggal, faktor yang berpengaruh signifikan adalah jenis kelamin kategori perempuan (hr = 3,232) dibandingkan kategori laki-laki, kemoterapi kategori tidak (hr = 4,618) dibandingkan dengan kategori ya, dan jenis histologi kanker paru kategori scc (hr = 3,818) dan ac (hr = 3,313) dibandingkan dengan kategori tidak diketahui. sementara itu, pada kejadian sembuh, faktor yang signifikan adalah stadium kategori iii (hr = 2,555) dan iv (hr = 1,830) dibandingkan dengan kategori tidak diketahui serta riwayat penyakit kategori tidak (hr = 1,498) dibandingkan dengan kategori ada. berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa karakteristik pasien dan faktor klinis berpengaruh signifikan terhadap lama rawat inap pasien kanker paru pada kejadian meninggal maupun sembuh di aceh. penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan strategi perawatan di rumah sakit.



Abstract

Lung cancer is one of the main causes of death in the world, including in Indonesia, especially in Aceh Province. The length of hospital stay of lung cancer patients can be used as an important indicator in assessing the quality of hospital services and reflecting the clinical condition of patients. This study aims to analyze the length of hospital stay of lung cancer patients based on two censoring statuses, namely death and recovery, and to identify the factors that influence it. The data used are secondary data from 202 lung cancer patients who were hospitalized at RSUD dr. Zainoel Abidin Aceh during 2024. The variables analyzed include gender, age, chemotherapy, disease stage, medical history, and histological type of lung cancer. The analysis was carried out using Cox Proportional Hazards regression with a stratification approach to overcome violations of the proportional hazard assumption. The results showed that the average length of hospital stay for patients who died was 21 days, while for patients who recovered was around 9 days. In the case of death, the factors that significantly influenced were gender in the female category (HR = 3.232) compared to the male category, chemotherapy no category (HR = 4.618) compared to the yes category, and the histology type of lung cancer in the SCC category (HR = 3.818) and AC (HR = 3.313) compared to the unknown category. Meanwhile, in the case of recovery, the significant factors were stage category III (HR = 2.555) and IV (HR = 1.830) compared to the unknown category and medical history category no (HR = 1.498) compared to the yes category. Based on these results, it can be concluded that patient characteristics and clinical factors significantly influenced the length of hospitalization of lung cancer patients in the case of death and recovery in Aceh.



    SERVICES DESK