Pertumbuhan jumlah lansia di banda aceh meningkatkan kebutuhan pengasuhan, khususnya bagi individu dengan demensia yang memerlukan perawatan jangka panjang. proses pengasuhan sering kali menimbulkan beban fisik, emosional, dan sosial bagi pengasuh. pengetahuan mengenai demensia dipandang sebagai faktor yang berpotensi berkaitan dengan tingkat beban tersebut. penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara pengetahuan demensia dan beban pengasuhan pada pengasuh lansia dengan demensia melalui pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. sebanyak 33 pengasuh lansia dengan demensia dipilih sebagai sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling. status demensia lansia diidentifikasi melalui informasi dari kader posyandu lansia dan diverifikasi langsung kepada pengasuh untuk memastikan kesesuaian sampel. adapun instrumen penelitian yang digunakan berupa dementia knowledge assessment scale (dkas) untuk mengukur pengetahuan demensia dan zarit burden interview (zbi) untuk menilai beban pengasuhan. hasil analisis menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara pengetahuan demensia dan beban pengasuhan (r = -0,41; p = 0,01). temuan ini mengindikasikan bahwa pengasuh dengan tingkat pengetahuan lebih tinggi cenderung mengalami beban pengasuhan yang lebih rendah. dengan kata lain, peningkatan pengetahuan mengenai demensia memiliki kaitan dengan tingkat beban pengasuhan, di mana pengasuh dengan pengetahuan lebih tinggi cenderung melaporkan beban pengasuhan yang lebih rendah. kata kunci: beban pengasuhan, demensia, pengasuh lansia, pengetahuan demensia
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DEMENSIA DENGAN BEBAN PENGASUHAN PADA PENGASUH LANSIA PENDERITA DEMENSIA. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2026
Baca Juga : HUBUNGAN DEMENSIA DENGAN TINGKAT KETERGANTUNGAN LANSLA DI KECAMATAN KUTA ALAM BANDA ACEH 2006 (Nurbaiti, 2023)
Abstract
The increasing proportion of older adults in Banda Aceh has intensified the demand for caregiving, particularly for individuals with dementia who require long-term care. The caregiving process often imposes physical, emotional, and social burdens on caregivers. Dementia knowledge is considered a factor that may influence the level of caregiving burden. Accordingly, this study aimed to examine the relationship between dementia knowledge and caregiving burden among caregivers of older adults with dementia using a quantitative correlational design. A total of 33 caregivers were recruited as participants through purposive sampling, based on predetermined inclusion criteria. The dementia status of the older adults under care was identified through information provided by village health cadres specializing in elderly health services (posyandu lansia) and subsequently verified directly with the caregivers. This procedure ensured that the sample accurately reflected the characteristics of the target population and was methodologically appropriate for analysis. The research instruments consisted of the Dementia Knowledge Assessment Scale (DKAS) to measure dementia knowledge and the Zarit Burden Interview (ZBI) to assess caregiving burden. Data analysis revealed a significant negative correlation between dementia knowledge and caregiving burden (r = -0.41; p = 0.01). These findings indicate that caregivers with higher levels of dementia knowledge tend to experience lower caregiving burden. In other words, dementia knowledge is associated with caregiving burden, whereby greater knowledge corresponds to a reduced level of burden reported by caregivers. Keywords: Caregiver burden, Caregivers of older adults, Dementia, Dementia knowledge
Baca Juga : GAMBARAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DI KECAMATAN INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR (PUTRI NABILLA, 2026)