Depresi merupakan gangguan mental yang ditandai oleh perubahan suasana hati, kehilangan minat, serta gangguan fungsi kognitif dan emosional. pengobatan depresi yang tersedia saat ini masih memiliki berbagai keterbatasan, seperti efek samping dan respon terapi yang rendah pada sebagian pasien, sehingga diperlukan pengembangan kandidat antidepresan baru berbasis bahan alam. minyak cendana (santalum album l.) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antidepresan. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil senyawa aktif minyak cendana menggunakan gas chromatography mass spectrometry (gcms) serta menganalisis potensinya sebagai antidepresan melalui pendekatan network pharmacology dan molecular docking. hasil analisis gcms menunjukkan terdapat 17 profil senyawa aktif yang berhasil teridentifikasi. selanjutnya, dilakukan penyaringan farmakokimia dan farmakokinetik, diperoleh 13 senyawa yang memenuhi kriteria untuk dianalisis lebih lanjut secara in silico. analisis network pharmacology menunjukkan bahwa senyawa aktif minyak cendana berpotensi memberikan efek antidepresan melalui modulasi protein target yang berperan dalam jalur pensinyalan serotonergic synapse, khususnya pada protein monoamine oxidase a (maoa). analisis molecular docking menunjukkan bahwa senyawa alpha-santalol dan beta-santalol memiliki afinitas pengikatan yang baik terhadap protein maoa dengan pola interaksi yang stabil melalui interaksi hidrofobik dan pembentukan ikatan hidrogen. kedua senyawa tersebut menunjukkan pola interaksi yang mendekati ligan kontrol (clorgyline) sehingga berpotensi sebagai kandidat inhibitor maoa alami. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak cendana berpotensi dikembangkan sebagai kandidat agen antidepresan berbasis bahan alam.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EKSPLORASI KANDUNGAN SENYAWA AKTIF MINYAK CENDANA (SANTALUM ALBUM L.) SEBAGAI KANDIDAT ANTIDEPRESAN SECARA IN SILICO. Banda Aceh Fakultas mipa,2026
Baca Juga : UJI AKTIVITAS ANTIDEPRESAN MINYAK BUNGA CEMPAKA PUTIH (MICHELIA ALBA DC.) TERHADAP TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) DEPRESI DENGAN METODE TAIL SUSPENSION TEST (Nurul Oktaviana, 2024)
Abstract
Depression is a mental disorder characterized by mood disturbances, loss of interest, and impairments in cognitive and emotional functions. Currently available antidepressant therapies still have several limitations, including adverse side effects and low therapeutic responses in some patients, thereby necessitating the development of novel natural product-based antidepressant candidates. Sandalwood oil (Santalum album L.) is known to contain various bioactive compounds with potential antidepressant properties. This study aimed to identify the active compound profile of sandalwood oil using Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GCMS) and to evaluate its potential antidepressant activity through network pharmacology and molecular docking approaches. The GCMS analysis identified 17 active compound profiles. Subsequently, pharmacochemical and pharmacokinetic screening was performed, resulting in 13 compounds that met the criteria for further in silico analysis. Network pharmacology analysis demonstrated that the active compounds in sandalwood oil may exert antidepressant effects through modulation of target proteins involved in the serotonergic synapse signaling pathway, particularly monoamine oxidase A (MAOA). Molecular docking analysis revealed that α-santalol and β-santalol exhibited favorable binding affinities toward the MAOA protein, with stable interaction patterns mediated by hydrophobic interactions and hydrogen bond formation. Both compounds demonstrated interaction profiles similar to the control ligand (clorgyline), indicating their potential as natural MAOA inhibitor candidates.In conclusion, sandalwood oil exhibits promising potential for development as a natural product-based antidepressant agent.
Baca Juga : ANALISIS NETWORK PHARMACOLOGY SENYAWA ALAMI DARI MINYAK ATSIRI CEMPAKA PUTIH (MAGNOLIA ALBA (DC.) FIGLAR) SEBAGAI KANDIDAT ANTIDEPRESAN (Darra Ramadhana, 2025)