Perkembangan sistem komunikasi nirkabel generasi keenam (6g) pada pita millimeter wave (mmwave) menghadapi tantangan berupa tingginya atenuasi sinyal akibat pengaruh kondisi atmosfer. tekanan udara, suhu, dan curah hujan menjadi faktor lingkungan yang signifikan, khususnya di wilayah rural dengan karakteristik geografis dan iklim yang kompleks. berbeda dengan penelitian sebelumnya yang dominan dilakukan di wilayah perkotaan, penelitian ini fokus pada daerah pedesaan dengan kontur geografis kompleks dan iklim tropis yang berpotensi menyebabkan atenuasi sinyal tinggi. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tekanan udara dan suhu terhadap kinerja sistem komunikasi 6g pada frekuensi 95 ghz di kecamatan sawang, kabupaten aceh selatan. metode yang digunakan adalah simulasi kanal menggunakan perangkat lunak new york university simulator (nyusim) versi 4.0 dengan skenario rural macrocell (rma) pada kondisi line-of-sight (los) dan non-line-of-sight (nlos), dengan jarak pemisahan pemancar dan penerima sebesar 500 m. parameter lingkungan yang digunakan disesuaikan dengan data aktual wilayah penelitian. hasil simulasi menunjukkan bahwa kondisi tekanan udara tertinggi sebesar 1011,3 mb dengan suhu 34,4 °c dan curah hujan 2,69 mm/jam menghasilkan kinerja terbaik, dengan nilai received power −53,9 dbm pada kondisi los dan −58,0 dbm pada kondisi nlos. kesimpulannya, tekanan udara tinggi, suhu hangat, dan curah hujan rendah merupakan kondisi atmosfer yang paling optimal untuk mendukung kinerja sistem komunikasi mmwave 6g di wilayah rural
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS PENGARUH ATENUASI AKIBAT TEKANANRNUDARA DAN SUHU TERHADAP KINERJA SISTEMRNKOMUNIKASI 6G DI WILAYAH RURAL. Banda Aceh Fakultas Teknik,2026
Baca Juga : KINERJA PEGAWAI DAN ORGANISASI KANTOR CABANG BPJS KETENAGAKERJAAN PROVINSI ACEH (Nazarullah, 2015)
Abstract
The development of sixth-generation (6G) wireless communication systems in the millimeter wave (mmWave) band faces challenges in the form of high signal attenuation caused by atmospheric conditions. Air pressure, temperature, and rainfall are significant environmental factors, particularly in rural areas with complex geographical and climatic characteristics. In contrast to previous studies that were predominantly conducted in urban areas, this research focuses on rural areas with complex geographical contours and tropical climates that have the potential to cause high signal attenuation. This study aims to analyze the influence of air pressure and temperature on the performance of 6G communication systems at a frequency of 95 GHz in Sawang District, South Aceh Regency. The method used is channel simulation employing New York University Simulator (NYUSIM) software version 4.0 with a Rural Macrocell (RMa) scenario under Line-of-Sight (LOS) and Non-Line-of-Sight (NLOS) conditions, with a transmitter-receiver separation distance of 500 m. The environmental parameters used were adjusted to actual data from the research area. The simulation results show that the highest air pressure condition of 1011.3 mb, with a temperature of 34.4 °C and rainfall of 2.69 mm/hour, produced the best performance, with received power values of −53.9 dBm under LOS conditions and −58.0 dBm under NLOS conditions. In conclusion, high air pressure, warm temperature, and low rainfall are the most optimal atmospheric conditions for supporting the performance of mmWave 6G communication systems in rural areas.
Baca Juga : EVALUASI KINERJA VANET PADA BERBAGAI MODEL PROPAGASI MENGGUNAKAN SIMULATOR JARINGAN NS-3 (Agus Nursalam Kitono, 2014)